Bupati Klungkung: Pengungsi Butuh Air Bersih dan Lauk Pauk

oleh
Pengungsi Gunung Agung. (Foto Tjg)
banner 300250
Klungkung, suarabali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui jika pasokan air bersih untuk pengungsi di Klungkung agak kesulitan untuk kebutuhan minum dan lauk pauk. “Sebenarnya air bersih selama ini tidak mengalami kesulitan, tetapi karena ada sedikit kendala dengan instalasi di Kecamatan Rendang Karangasem, maka air bersih mengalami kesulitan,” ujarnya.
Namun selama beberapa hari ini pasokan air bersih sudah diantisipasi dengan distribusi melalui tanki air. Hal ini untuk memenuhi persediaan air bersih di seluruh titip pengungsi Karangasem yang ada di Klungkung.

Selain air bersih, bupati asal Nusa Penida itu juga mengeluhkan soal sulitnya mendapatkan lauk pauk. Untuk itu ia meminta agar distribusi lauk pauk bisa segera dilakukan ke Klungkung terutama di titik terbanyak pengungsinya yakni di GOR Sweca Pura.

“Karena kekurangan lauk pauk ini maka kami meminta para donatur, kalau mau ingin berpartisipasi agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan petugas, supaya bisa mengisi apa yang masih kurang selama ini terutama lauk pauk. Karena stok barang lainnya terutama logistik masih sangat cukup. Saya yakin ini bisa teratasi dengan cepat, hanya sedikit miss-komunikasi soal kebutuhan yang ada,” ujarnya.
Kebutuhan lain untuk para pengungsi masih aman stoknya karena sumbangan tetap mengalir dari berbagai donatur.

Menurutnya, saat ini total pengungsi di seluruh Kabupaten Klungkung sebanyak 8 ribu lebih jiwa atau hampir 9 ribu orang. Jumlah ini tersebar di  31 titik di 4 kecamatan yang ada di Klungkung. Jumlah terbanyak berada di GOR Sweca Pura hampir 2 ribu orang.

Sementara sisanya tersebar di seluruh titik di 4 kecamatan. “Prinsipnya kami siap menampung seluruh pengungsi dari Karangasem. Mereka juga krama Bali, saudara kandung kami sendiri. Kami merasa bertanggungjawab dengan apa yang sedang menimpa Karangasem kali ini,” ujarnya.
Untuk logistik, masih cukup untuk beberapa hari ke depan. Kebutuhan urgen adalah logistik seperti beras masih cukup. Hanya lauk pauk menipis.
“Makanya saya minta ada donatur yang ingin sumbang agar dikoordinasikan terlebih dahulu supaya memenuhi apa yang kurang,” ujarnya.
Di Klungkung ada 3 kecamatan yang terkena dampak abu vulkanik sekalipun tidak sebesar di beberapa desa di lereng Gunung Agung.
“Saya minta kepada seluruh masyarakat, mari kita salin bergandengan tangan, bahu membahu untuk selesaikan kasus ini. Mohon diketahui agar ikuti arahan BPBD. Sekarang saya sedang merayakan Hut yang ke-50 tahun. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat terutama di saat sedang mengalami musibah selama ini,” ujarnya.(Ade/Tjg)