Bule Uzur Ini Terlantar di Rumah Sakit Sanglah Denpasar

oleh
Malcolm Andrew Mc Donald tergolek lemas di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali. Tak ada keluarga mendampinginya. (Foto: JPPN.COM)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Inilah kisah sedih seorang bule asal Selandia Baru. Namanya, Malcolm Andrew Mc Donald. Saat ini, lelaki berusia 65 tahun tergolek lemas di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, tepatnya di Ruang Bakung Timur nomor 6. Tak ada yang mendampingi lelaki malang ini.

Seperti diberitakan jpnn.com, Andrew tampak ringkih. Pria dengan tubuh penuh tato itu sudah sepekan ini dirawat. Namun, Andrew dikenal jorok karena kerap kencing sembarangan. Penyebabnya adalah sindrom delirium yang membuat penderitanya mengalami kebingungan parah dan kurang kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Andrew adalah pasien rujukan dari RS BIMC. Dia dipindah ke RS Sanglah pada Minggu (9/12/2018). Kondisinya saat itu sedang diare tanpa muntah. Setelah mendapat perawatan medis hingga kondisinya membaik, pasien diperbolehkan pulang.

“Sudah sejak tanggal 12 Desember lalu boleh pulang. Tapi kan syaratnya pulang dengan pendamping. Pendampingnya tidak ada,” ujar salah satu petugas.

Kepala Ruangan Ni Wayan Sukawati mengungkapkan, Andrew sejak dirawat melarang siapa pun membuka kopernya. Selain itu, paspornya juga tak diketahui keberadannya.

“Satpam saja enggak boleh buka kopernya. Enggak tahu ada apa di dalamnya. Memang suka kencing sembarangan, di mana pun, di wastafel juga,” jelasnya.

Akibatnya, bau amonia sangat menyengat di ruangan tempat Andrew dirawat. Namun, Andrew bisa tidur pulas tanpa terganggu sedikit pun ketika pintu ruangan kamar rawatnya dibuka.

Sedangkan di samping tempat tidurnya terdapat koper hitam yang tidak boleh dibuka sama sekali. Di meja tampak makanan yang berserakan beserta botol-botol air mineral.

Perawat menyebut Andrew tidak pilih-pilih soal makanan. “Tagihannya hingga saat ini ya Rp 4,8 juta,” ujar petugas pada Senin lalu (17/12/2018).

Sayangnya, pihak Konsulat Selandia Baru dan Humas RS Sanglah belum memberi respons. “Bilangnya akan dicarikan keluarganya. Tapi sampai sekarang nggak ada kabar,” ungkap Kasubag RSU Sanglah I Dewa Ketut Kresna. (*)