Bertemu Diplomat Kanada, Wakapolda Bali Singgung Keberadaan Kelompok Premanisme

oleh
Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Wayan Sunartha menerima kunjungan Mr. Antoine Nouvet dan IALF Bali di Mapolda Bali, Senin (17/2/2020). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Wayan Sunartha menerima kunjungan IALF Bali di Mapolda Bali, Senin (17/2/2020). Selain menjalin hubungan silaturahim, kunjungan ini juga terkait dengan penugasan Mr. Antoine Nouvet, diplomat dari Global Affairs of Canada (GAC), di Indonesia.


Dalam kegiatan itu, Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Wayan Sunartha didampingi Kabidkum Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khozin, Wadir Reskrimum Polda Bali AKBP Suratno, dan Kasubag Kamsa Dit Binmas Polda Bali AKBP Ni Kadek Suprapti.

Mr. Antoine Nouvet akan mendapatkan pelatihan intensif dari IALF Bali guna meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Selain itu, juga untuk mendapatkan informasi langsung dari narasumber mengenai peran dan usaha Polda Bali dalam menjaga keamanan masyarakat dan menuntaskan masalah kriminalitas serta mencegah terorisme di Bali.

Dalam pertemuan itu, Wayan Sunartha menyampaikan bahwa keamanan di Bali, sesuai penelitian yang dilakukan Polda Bali, beranjak dari kebijakan Kapolda Bali yang sudah mempelajari karakter dan sifat masyarakat, serta permasalahan di Bali. “Yang paling menonjol adalah tentang premanisme, dimana kegiatan premanisme sangat meresahkan masyarakat dan mereka membentuk kelompok-kelompok di Bali,” ungkapnya.

Di Bali, kata dia, ada tiga kelompok, yakni Laskar Bali, Baladika, dan Pemuda Bali Bersatu yang sering ribut sehingga berdampak ke masyarakat Bali. “Dan preman ini juga kadangkala melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dan meresahkan masyarakat, khususnya pada kaum kecil dan kelompok-kelompok pengusaha. Ini sangat berpengaruh dalam hal keamanan Bali, dimana Bali merupakan salah satu destinasi tujuan wisata, sehingga kegiatan premanisme harus ditanggapi serius,” beber Wayan Sunartha.

Begitu juga dengan narkotika, menuru dia, gembong-gembong narkoba di Bali telah dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai hukum. Sampai saat ini, kata dia, masih menjadi pengawasan sehingga narkotika di Bali berkurang.

Terkait masalah keamanan, jenderal bintang satu ini  mengatakan Polda Bali telah membangun command center di Mako Polda Bali sebagai pusat monitoring seluruh wilayah Bali, sehingga mampu merekam dan memantau setiap kejadian dan saling terhubung dengan anggota Polri di setiap wilayah di Bali.

Wakapolda Bali juga menyampaikan di Indonesia ini menerapkan sistem keamanan swakarsa. “Untuk masalah terorisme, Polda Bali mempunyai tim siber yang mempunyai daya tangkal terhadap kaum-kaum radikal dengan menggunakan teknologi siber,” pungkasnya. (*)