Berburu Nyale, Daya Tarik Wisatawan Berkunjung ke Lombok

oleh
Berburu nyale menjadi puncak rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2020 di Lombok, Nusa Tenggaran Barat (NTB). (Ist)
banner 300250

Lombok, suarabali.com – Berburu nyale menjadi puncak rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2020 di Lombok, Nusa Tenggaran Barat (NTB). Acara yang digelar sejak 8 Februari lalu ini merupakan sebuah festival yang mengemas khazanah budaya di Lombok sebagai daya tarik wisatawan.


Nyale adalah cacing warna-warni yang konon disebut sebagai perwujudan Putri Mandalika yang cantik nan anggun. Cacing laut tersebut hanya muncul satu tahun sekali yang dipercaya sebagai berkah hingga berkhasiat menyembuhkan penyakit bagi masyarakat setempat.

Sejak pukul 03.00 WITA, wisatawan sudah berkumpul di Pantai Seger yang juga dikenal sebagai salah satu destinasi selancar terbaik di Lombok. Para pemburu nyale datang dari berbagai kalangan dan usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki maupun perempuan.

Proses menangkap nyale sendiri dilakukan dengan menggunakan kayu berbentuk huruf ‘U’ yang diikat dengan jaring di belakangnya. Wujud nyale sendiri begitu unik, berwarna-warni. Nyale juga mengandung protein yang tinggi, sehingga sangat layak untuk dikonsumsi.

Tak heran jika setelah menangkap, ada warga yang langsung memakannya. Namun, ada juga yang dibawa pulang dan dimasak untuk dimakan bersama keluarga.

Prosesi Bau Nyale ini menjadi budaya dan atraksi yang unik, sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan untuk datang ke Nusa Tenggara Barat. Festival Bau Nyale jadi cara efektif mempromosikan keindahan atraksi dan budaya di NTB, sehingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang serta membantu menggerakan perekonomian masyarakat lokal. (*)