Bantu Orang Miskin, Warung Ini Jual Makanan Enak Hanya Rp 3 Ribu

oleh
Warung makan Podjok Halal di Jalan Yos Sudarso Kav 28, Jakarta Utara, menyediakan beragam menu makanan khusus untuk orang miskin. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu kaum miskin. Satu di antaranya, lewat rumah makan murah meriah dengan lauk yang mewah. Seperti rumah makan Podjok Halal yang berada di Jalan Yos Sudarso Kav 28, Jakarta Utara ini.

Seperti dirilis akun Viral Online di facebook, rumah makan Podjok Halal ini berada di sebelah kiri, tepatnya di samping gerbang utama gedung bertingkat PT Citra Marga Nusa Pala. Hanya dengan membayar Rp 3 ribu, pembeli bisa menikmati menu nasi dengan aneka lauk pauk yang sangat menggugah selera.

Tak hanya menjamu pengunjung dengan aneka menu, pemilik warung juga memanjakan siapapun yang datang dengan suasana yang nyaman dan asri, mirip seperti di pedesaan.

Warung istimewa ini berdiri di bawah tenda biru berdampingan dengan pohon kelapa yang menjulur tinggi ke atas. Suasana semakin asri dengan adanya tanaman-tanaman yang melingkari bangku pengunjung.

Warung ini milik seorang pengusaha Tionghoa Muslim bernama Jusuf Hamka. Dia membuka tempat makan murah ini dengan satu tujuan, mengurangi beban kaum dhuafa dan orang-orang berpenghasilan rendah. Jusuf berharap, mereka yang datang bisa makan enak, tapi bisa berhemat.

“Misal, penghasilan Rp 20 ribu. Dulu biaya makan Rp 10 ribu. Jadi, orang itu bawa pulang Rp 10 ribu. Kalau dia makan Rp 3 ribu, bisa bawa pulang Rp 17 ribu. Itu, menurut saya, cukup membantu,” ujar Jusuf menguraikan maksud dibuatnya warung Podjok Halal.

Ide warung makan Podjok Halal ini memodifikasi sistem berbagi pada saat bulan Ramadan. Saat itu, dia memberikan makanan berbuka 1.000 porsi secara gratis kepada pengguna jalan. Setiap Senin hingga Jumat, selama tujuh tahun berturut-turut. “Saat bulan puasa, kami bagikan 1.000 porsi. Tapi, kami siapkan 200 takjil. Jadi, jika ada yang tidak kebagian, kami kasih takjil sama air,” ungkapnya.

Dari sini, Jusuf lalu berpikir. Setiap hari Tuhan memberikan rezeki berlimpah, masa berbuat kebaikan mesti menunggu bulan Ramadan. Dari situlah, Jusuf kemudian mendirikan warung makan murah ini. Ide Jusuf ini pun ternyata disambut banyak pengusaha, yang juga ingin menyalurkan bantuan.

“Teman-teman kami (pengusaha) yang nyumbang. Saya melihat, kok gak ada salahnya kami membuat satu warung makan yang dijual dengan harga Rp 3 ribu,” ucap Jusuf.

Warung makan Podjok Halal ternyata tak mengharuskan pembeli untuk selalu membayar. Bagi pengunjung yang ingin makan, tetapi tidak memiliki uang, pemilik warung akan memberikan secara cuma-cuma alias gratis. Intinya, ingin beramal sambil mendidik.

“Harga Rp 3 ribu bukan patokan bahwa itu harga mati. Saya bilang kalau enggak mampu benar kasihlah gratis. Misal, ada 10 orang datang. Dia cuma punya uang Rp 3 ribu. Ambil uangnya, sisanya kasih gratis,” tuturnya.

Warung ini dibuka pada 6 Februari 2018. Karena masih baru, belum banyak masyarakat tak mampu yang mengetahuinya. “Kemarin kami sediakan 100 porsi, hanya 10 porsi saja yang laku. Sisanya 90 porsi kami bungkus dan bagikan secara gratis kepada orang-orang di pinggir jalan,” tutur Jusuf.

Jusuf pun meminta agar masyarakat dan media menginformasikan keberadaan warung khusus kaum dhuafa dan fakir miskin ini. Sehingga, peminatnya semakin bertambah. Jusuf berharap, setiap hari ratusan, bahkan ribuan pelanggan bisa hilir mudik mampir ke warung makannya.

“Tolong sampaikan kepada teman-teman supaya mengerti (ada warung murah). Siapa tahu ada supir Gojek, supir ojek pangkalan, penyapu jalanan, pemulung, pengamen mau makan di sini, silakan. Tidak punya uang, tidak apa-apa. Tetap kami layani. Kami nawaitu (niatkan), Insya Allah berkah,” ucap Jusuf.

Untuk menyebarkan kebaikan melalui warung murah meriah ini, Jusuf berencana membuka lima cabang di Jakarta. Targetnya, minimal seribu porsi. Sekarang sedang menyusun bentuk kerja sama. Apakah dengan ormas Islam atau mengumpulkan sejumlah pengusaha,” papar Jusuf.

Saat ini, warung Podjok Halal menggunakan sistem katering. Tapi nanti setelah berjalan, sistemnya akan diubah dengan membeli makanan di warung setempat. Sudah ada tiga warung yang mengajukan.

“Saya sudah bicara dengan pengusaha. Dia bilang ya udah lo buktiin dulu, nanti gua ikut buat depan kantor gua,” ucapnya.

Jusuf berharap programnya menjadi pola percontohan ke seluruh Indonesia. Semoga dengan begini, pemerintah dapat menirunya. Dia yakin, jika ini berhasil, Presiden akan menginstruksikan membentuk warung murah di setiap departemen.

“Saya pikir kalau kami tidak memulai, hanya memberikan konsep kurang efektif. You never try you never know,” tandas Jusuf. (Sir)