Banjir Bandang Terjang Jembatan Sungai Biluk Poh

oleh
Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana turun langsung membersihkan lumpur di jembatan Sungai Biluk Poh, Minggu (23/12/2018). (Ist)
banner 300250

Jembrana, surabali.com – Hujan deras mengguyur Kabupaten Jembrana pada Sabtu (22/12/2018) menyebabkan banjir bandang menerjang Sungai Biluk Poh. Sungai ini menjadi perbatasan antara Desa Penyaringan dengan Kelurahan Tegalcangkring.


Selain menggenangi rumah warga, volume air semakin tinggi dan meluap ke atas jembatan penghubung antar dua desa tersebut. Jembatan yang juga sebagai jalur utama di Jalan Raya Denpasar – Gilimanuk itu ditutup total, karena air berlumpur itu mengalir deras dengan membawa material pohon yang tumbang.

Panjangnya antrean kendaraan dari arah Gilimanuk dan Denpasar membuat Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana langsung turun ke lapangan meninjau lokasi bencana, Minggu (23/12/2018).

Made Sudana  terlihat ikut memungut sampah kayu dan membersihkan lumpur tebal yang menutupi jembatan. Proses evakuasi juga melibatkan alat berat untuk mengangkat kayu berukuran besar.

“Saya datang ke sini untuk mengetahui langsung situasi dan kondisi di lapangan. Polri bersama TNI, BPBD Jembrana, Basarnas dan masyarakat bersinergi dan bahu membahu membersihkan sampah kayu di atas jembatan. Tujuannya, agar jembatan cepat bersih dan kembali dilalui seperti biasanya,” ujarnya.

Dirlantas menjelaskan, meskipun jembatan sudah bersih dari sampah, pihaknya tidak akan langsung mengijinkan kendaraan besar melintas.

“Kami bersama instansi terkait akan melakukan kajian, apakah jembatan tersebut masih layak atau tidak untuk dilintasi usai diterjang banjir bandang. Ini untuk keselamatan bersama,” imbuh Dirlantas Polda Bali.

“Pengalihan arus sudah dilakukan sejak tadi malam. Kendaraan kecil dari arah Gilimanuk dan Denpasar dialihkan lewat Buleleng. Jembatan boleh digunakan apabila hasil pengecekan aman dan tidak ada yang berbahaya,” sambungnya. (*)