Bandara Ngurah Rai Ditutup, 446 Flight Batal Terbang

oleh
Sebanyak 446 penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai batal terbang akibat abu vulkanik erupsi Gunung Agung. (Ist)
banner 300250

Badung,suarabali.com – Sebanyak 446 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai batal terbang menyusul penutupan bandar tersebut akibat abu vulkanik erupsi Gunung Agung.

Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsan mengatakan dari 446 penerbangan yang dibatalkan, 118 penerbangan kedatangan di terminal domestik dan 121 penerbangan pemberangkatan.

Sedangkan untuk penerbangan internasional dari terminal kedatangan terdapat 103 jadwal penerbangan yang batal operasi dan 104  penerbangan dari terminal keberangkatan yang tidak beroperasi.

“Total prediksi penumpang yang terdampak akibat bandara ditutup sekitar  74.928 orang,” ungkapnya di Badung, Jumat (29/2018).

Akibat penutupan Bandara Ngurah Rai, menurut dia, pihaknya menyiapkan bus bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanannya lewat darat maupun laut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk update informasi kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dapat menghubungi hotline (0361) 9351011 ext. 5055, call center PT Angkasa Pura I (Persero) di 172, serta untuk dapat memantau akun media sosial Twitter di @AngkasaPura172 dan @baliairports serta akun meida sosial Instagram di @ngurahraiairport.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAMN A2551/18 tanggal 29 Juni 2018 yang ditujukan kepada seluruh maskapai dan bandar udara di dunia terkait dengan penutupan kegiatan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akibat dampak abu vulkanik Gunung Agung.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, penghentian operasional Bandara Ngurah Rai akan dilakukan selama 16 jam terhitung pada Jum’at (29/6 2018) mulai pukul 03.00 sampai pukul 19.00 WITA.

“Bandara hari ini tutup dimulai tadi pukul 03.00 WITA hingga  nanti malam pukul 19.00 WITA akibat dari sebaran abu vulkanik Gunung Agung,” katanya.

Dia menjelaskan, keputusan untuk melakukan penutupan kegiatan operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dikeluarkan setelah dilaksanakannya rapat koordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airnav Indonesia, BMKG, Maskapai Penerbangan dan Ground Handling, dini hari tadi pukul 00.05 WITA.

Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan kondisi di sisi udara atau airside untuk mengamati dampak sebaran abu vulkanik (VA) di area Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Dia menerangkan sejak Kamis, 28 Juni 2018, aktivitas Gunung Agung terpantau mencapai Level III (Siaga), dengan erupsi yang berlangsung secara terus-menerus.

Biro Meteorologi Volcanic Ash Advisory Centre Darwin (VAAC Darwin) memprediksi akan adanya sebaran abu vulkanik ke udara dengan ketinggian 23.000 feet dengan kecepatan 10 knots.

Pantauan dari pilot pada ketinggian 15.000 – 23.000 feet masih ditemui adanya abu vulkanik (VA) di ruang udara dengan arah angin yang cenderung mengarah ke arah barat dan barat daya.

Sementara pengamatan melalui citra satelit cuaca Himawari mencatat bahwa sejak 19.00 – 00.00 Wita, abu vulkanik (VA) sudah tersebar dengan cepat, dengan area cakupan hampir menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Pada pukul 01.00 WITA, satelit mendeteksi adanya pergerakan abu vulkanik (VA) ke arah barat – barat daya sehingga menutupi aerodrome bandar udara.

Sementara itu, BMKG memprediksi bahwa sebaran abu vulkanik akan mulai mencapai area Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai pada pagi hari tanggal 29 Juni 2018. (Dsd/Sir)