Bali Terima Bantuan 4.000 APD dan 3.800 Rapid Test Kit

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Provinsi Bali menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa 4.000 unit Alat Pelindung Diri (APD) dan 3.800 unit rapid test kit. Alat-alat tersebut sudah langsung didistribusikan melalui Satgas kepada RS rujukan yang melaksanakan penanganan Covid-19.


“Bantuan Itu baru tahap 1, akan dikirim lagi pada tahap berikutnya,” kata Gubernur Bali Wayan Koster, Sabtu (28/3/2020) sore.

Koster menjelaskan rapid test sudah dilakukan dan diprioritaskan bagi tenaga medis yang bertugas di RS rujukan untuk memastikan para tenaga medis ini betul-betul sehat.

“Kami juga priortaskan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari berbagai negara. PMI yang dikarantina sudah menjalani rapid test, hasilnya negatif dan mereka diberi surat keterangan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing untuk selanjutnya melakukan isolasi mandiri,” jelas Koster.

Hasil rapid test keluar dalam waktu 15 menit, sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasilnya. Menurut informasi dari dokter, tingkat akurasinya mencapai 99 persen.

Terkait penutupan destinasi wisata, menurut Koster, pihaknya sudah bersurat kepada bupati/walikota se-Bali pada 23 Maret 2020 agar menutup objek wista di wilayah masing-masing. “Bupati/walikota telah mengikuti kebijakan yang saya berikan, sehingga sekarang destinasi wisata yang besar sudah ditutup semuanya,” katanya.

Selain itu, Koster juga menjelaskan keputusan Kementerian Kesehatan yang telah mengijinkan RS Sanglah untuk melakukan uji Swab. Pemprov Bali telah menyiapkan fasilitas untuk uji Swab seperti tenaga medis sehingga mulai 26 Maret 2020 telah dapat dilakukan ujis Swab di RS Sanglah.

“RS Sanglah sudah lakukan uji Swab tehadap PDP COVID-19. Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat diketahui lebih cepat. Selama ini dikirim dulu ke Jakarta dan Surabaya. Hasil cukup lama karena antre. Sekarang sudah lakukan mandiri di Sanglah,” ujarnya. (*)