Bali Siap Terapkan e-Learning untuk SMA dan SMK

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1/2018).(Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Rencana Pemprov Bali menerapkan e-learning untuk sekolah menengah atas dan kejuruan makin mendekati kenyataan. Berbagai persiapan telah dilakukan, di antaranya pendaftaran SMA dan SMK serta pembuatan infrastruktur dan sistemnya.

Sampai saat ini, sudah 333 penyelenggara yang terdiri dari 10.008 kelas, 3.751 guru, dan 13.449 siswa yang sudah bergabung dalam sistem kelas maya ini.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai rencana penerapan e-learning ini mendapat respon positif dari berbagai SMA dan SMK negeri maupun swasta di Bali. Sehingga, rencana ini akan segera dilaksanakan.

“Responnya positif sekali. Saya kira tidak ada alasan untuk mundur atau berbelok,” kata Pastika saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1/2018).

Menyikapi beberapa permasalahan seperti infrastruktur internet di beberapa lokasi yang sampai saat masih terkendala,  Pastika optimistis kendala tersebut pasti bisa ditangani.

Gubernur mengatakan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan provider untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya, untuk pembangunan tower termasuk koneksinya. Pemprov Bali juga akan memfasilitasi pengadaan lahan untuk pembangunan tower.

“Jadi, tidak ada alasan di wilayah Bali itu internetnya tidak ada,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tia Kusuma Wardhani mengungkapkan, penerapan e-learning di Provinsi Bali juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

“Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadikan Bali sebagai permodelan kelas maya. Pembelajaran berbasis TIK bagi SMA dan SMK di Bali akan menggunakan branding Jejak Bali yang merupakan akronim dari Jejaring Jelajah Kreativitas Bali,” ujarnya.

Tia menambahkan, jejaring mengandung makna komunitas SMA dan SMK yang menggunakan IT dalam pembelajaran melalui kelas maya. Jelajah mengandung makna bahwa siswa bisa bergabung ke kelas maya guru sekolah lainnya.

“Sedangkan kreativitas mengandung makna, guru harus memiliki kreativitas yang tinggi untuk mengaktifkan kelas maya,” jelasnya. (Mkf/Sir)