Bakal Ramai, Festival Omed-omedan Kembali Digelar di Jalan Sesetan

oleh
Festival Omed-omedan, tradisi budaya yang dilestarikan masyarakat di Banjar Kaja Sesetan, Denpasar. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Banjar Kaja Sesetan, Denpasar, akan menggelar kegiatan tahunan ‘Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) 2018′ pada Minggu (18/3/2018) mendatang.

“Untuk tahun ini, tidak hanya mempersembahkan tradisi masyarakat Banjar Kaja, tapi juga melibatkan potensi kuliner masyarakat setempat,’ ‘ujar maestro omed-omedan, IGN Oka Putra, saat bertatap muka dengan Plt. Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (14/3/2018).

Ngurah Oka mengatakan SHOF merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun atau sehari setelah umat Hindu merayakan Nyepi. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Banjar Kaja.

Menurut dia, sesetan secara turun-temurun digelar sehari setelah Nyepi atau pada hari Ngembak Geni. Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi budaya tersebut dikemas lebih terarah dan teratur oleh pihak penyelenggara sehingga menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata.

“Walaupun demikian, tradisi budaya ini wajib dilakukan oleh banjar kami setiap tahunnya, karena tradisi atau budaya ini ada kaitannya dengan ritual keagamaan,” ujarnya.

Selain itu, SHOF selalu dirangkai dengan berbagai macam kegiatan, seperti pasar paiketan, kuliner, kegiatan seni dan musik, serta perlombaan lainnya. Untuk tahun ini, waktu pelaksanaan SHOF diperpanjang, mulai pukul 15.30 sampai 17.00 WITA, kini bertambah menjadi pukul 15.30 sampai 20.00 WITA.

“Jadi, kami mohon permakluman kepada Pemkot Denpasar dan kepada masyarakat yang akan melewati wilayah sesetan akan sedikit terganggu, karena ada penutupan jalan,” ungkapnya.

Plt. Wali Kota Denpasar Jaya Negara mendukung kegiatan tersebut. Sebab, ajang omed-omedan di Banjar Sesetan Kaja adalah tradisi yang turun-temurun dan patut dilestarikan.

“Saya mendukung kegiatan tersebut. Selain menjadi tradisi budaya yang satu-satunya di Bali, nantinya dengan dikemas melalui SHOF mampu menarik kunjungan wisatawan, khususnya di Kota Denpasar dan tidak melupakan pakem-pakem tradisi omed-omedan, agar masyarakat luas mengerti makna omed-omedan ini,” katanya.

Ketua Panitia SHOF 2018, I Nyoman Fizal Tri Lazuardi, mengatakan ajang SHOF 2018 akan dirangkai dengan berbagai macam kegiatan, seperti peken paiketan yang menjual produk UKM lokal sebanyak 110 pedagang, parade kesenian, parade band, lomba poster omed-omedan, dan lomba cak anak-anak yang diikuti 150 anak-anak.

Lantaran pelaksanaan SHOF 2018 di jalan raya, arus lalu lintas dialihkan dari selatan belok ke kanan di Jalan Saelus (selatan SMA Harapan). Sedangkan dari utara diarahkan ke Jalan Buton.

Sebab itu, saat acara SHOF berlangsung, warga yang melintas ke arah Jalan Sesetan agar mencari jalan alternatif, sehingga tidak terjebak kemacetan. “Lebih awal kami imbau warga untuk mencari jalan alternatif jika bepergian melewati Jalan Raya Sesetan, sehingga tidak sampai terganggu perjalanannya,” katanya. (Sir)