Bahas Kerja Sama Ini, Dubes Inggris Temui Wabup Badung

oleh
Wabup Suiasa menerima Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, saat berkunjung ke Pusat Pemerintahan Badung, Selasa (24/9/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Pemerintah Kabupaten Badung dan Inggris menjajaki sejumlah kerja sama di bidang komunikasi, pengolahan limbah, transportasi, dan energi. Rencana kerja sama ini terungkap saat Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, berkunjung ke Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (24/9/2019).

Kunjungan tersebut langsung diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadisparda I Made Badra, Kadis PUPR IB Surya Suamba, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan serta Ketua PHRI Badung IGN Rai Surya Wijaya.

Di hadapan Wabup Suiasa, Owen Jenskins mengungkapkan ketertarikannya terkait kebijakan penerapan informasi dan teknologi (IT) di Kabupaten Badung. Selain itu, kerja sama Badung dan Inggris di bidang komunikasi, sharing informasi dalam pengelolaan limbah, pembangunan MRT untuk akses ke bandara. Selain itu, juga memaparkan pengelolaan energi  terbaru  seperti tenaga angin, solar, dan lainnya.

“Kami berharap dapat berbagi pengalaman dan keahlian tersebut dengan Pemkab Badung,” kata Jenskins.

Wabup Suiasa menyambut baik kehadiran Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timur Leste ke Badung.  Sebab, kata Suiasa, pada kesempatan tersebut pihaknya dapat berbagi dan tukar pikiran mengenai perkembangan teknologi terbaru. Terpenting di Badung saat ini telah menerapkan konsep smart city. Bahkan, memberikan akses internet gratis kepada masyarkaat Badung.

“Kami membuka akses informasi kepada masyarakat. Di antaranya memberikan akses internet gratis kepada masyarakat, memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala DPMPTSP Agus Aryawan menjelaskan, Badung akan membangun insfrastruktur berbasis  big data yang rencananya dikelola Badung Investment Center, yaitu sinkrnonisasi data antara Disparda, DPMPTSP, notaris, dan UMKM.

“Badung Investment Center diharapkan jadi one stop service atau pusat pelayanan informasi bagi warga asing yang ingin berinvestasi di Badung, ” pungkasnya. (*)