Bachtiar Aly Kritik Wiranto Terkait Ancaman Menutup Medsos

oleh
Anggota Komisi I DPR Bachtiar Aly. (ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Anggota Komisi I DPR Bachtiar Aly menanggapi isu beredar yang diucapkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto terkait akan menutup akun media sosial (medsos) yang memuat konten inkonstitusional dan pelanggaran hukum. Dia menyayangkan pemilihan kosakata yang digunakan oleh Wiranto dalam menanggapi isu panas tersebut.

“Sudah sangat tidak popular kata mengancam menutup atau membombardir di masa ini, karena itu sudah mengarah kepada otoriter lagi. Jadi, menurut saya, sudah tidak seperti itu. Kita sekarang sudah harus berjiwa besar. Kita tahu saat ini banyak tersebar berita bohong dan sebagainya. Jadi, berita model seperti ini lama kelamaan kita akan paham sendirinya,” ujar Bachtiar Aly sebelum mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Dirilis dpr.go.id, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menganggap apa yang diucapkan Wiranto menjadi tidak bijak terlebih posisinya adalah Menteri Koordinator pada saat mengucapkannya. Bachtiar sendiri mendorong agar Menkopolhukam lebih mengutamakan langkah persuasif, karena memang seperti itu cara negara Indonesia hidup saat ini. Menurut dia, dengan menutup semua medsos belum tentu menjadi lebih baik.

“Justru yang harus kita lakukan pemerintah dengan stakeholder, tokoh pers, para pakar yang pandai mengenai komunikasi jurnalistik itu duduk bersama. Bagaimana kita mendesain kembali supaya sesuai dengan apa yang dibutuhkan rakyat kita, dan berkebutuhan dengan integritas nasional kita bahwa rakyat media dan pemerintah itu harus bersatu,” ucapnya.

Dia menyadari betul bahwa media merupakan salah satu kekuatan penting setelah trias politika, sehingga seharusnya pemerintah dapat merangkul kekuatan tersebut. Menurut dia, yang harus diboikot adalah media yang salah arah yang ingin menjadi berbeda, tetapi melakukan langkah-langkah negatif yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

“Rakyat bersama pemerintah justru harus memboikot (media salah arah) itu. Jangan kasih angin kepada hoaks, jangan kasih peluang buat media yang mau tampil beda tetapi caranya salah. Yang kita perlukan saat ini adalah semua media pemerintah, DPR, itu harus bersatu padu menjaga integritas Indonesia,” tegas Bachtiar.

Untuk itu, secara tegas politisi dapil Aceh I ini mendorong pemerintah agar tidak hanya menjadi pemadam kebakaran atau bekerja ketika ada masalah saja. “Jangan memulai pekerjaan by accident akan tetapi by design. Kita harus rancang itu betul-betul kemana arah yang kita mau untuk membuat kedaulatan dan keberimbangan bagi media,” pungkasnya. (*)