Awal Tahun Baru 2019, Pemkot Denpasar Batasi Penggunaan Kantong Plastik

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sejak 1 Januari 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memberlakukan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Peraturan itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat sejak Juli 2018.

“Perwali tersebut sudah disosialisasikan kepada masyarakat mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik, termasuk juga ke pusat perbelanjaan, pasar tradisional, sampai toko kelontong,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ketut Wisada, di Denpasar, Rabu (2/12/2018) seperti dilansir Antara.

Ketut Wisada mengatakan aparat dinas menggelar inspeksi mendadak ke pusat-pusat perbelanjaan dan toko modern untuk memantau kepatuhan terhadap peraturan baru tersebut.

Dalam sidak yang dipimpin oleh Ketut Wisada dan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja itu, aparat pemerintah mendapati belasan toko modern dan supermarket masih menyediakan kantong plastik bagi pembeli.

Beberapa pengelola toko modern yang ditemui di kawasan Jalan Nangka Utara mengaku masih dalam tahap menyiapkan kantong belanja yang ramah lingkungan.

Namun, ada pula pengelola toko yang sudah mematuhi peraturan itu. Misalnya, toko buku Gramedia di Jalan Gatot Subroto, Denpasar,  yang tidak lagi menyediakan kantong plastik bagi pembeli dan menyarankan pembeli membawa tas belanja sendiri.

Manajer Toko Gramedia Adi Foday mengatakan toko buku juga menyediakan kantong belanja berbahan kain yang bisa dibeli di kasir. Ketut Wisada mengapresiasi para pelaku usaha yang sudah menjalankan Peraturan Wali Kota tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Kami akan tindak tegas dan melakukan pemanggilan kepada menajemen toko berjaringan yang masih membandel serta memberikan sanksi administrasi sesuai peraturan yang berlaku,” katanya seperti dikutip dari laman liputan6.com.

Dia meminta pengelola pusat belanja memasang informasi jelas mengenai penerapan peraturan pengurangan penggunaan kantong plastik supaya pembeli memahaminya.

Kadek Swastini, warga Kota Denpasar, tidak keberatan menjalankan peraturan pemerintah kota untuk mengurangi kantong plastik dengan membawa kantong sendiri saat berbelanja.

Penerapan peraturan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik itu diharapkan bisa secara bertahap mengurangi sampah plastik di Kota Denpasar, Bali. (*)