Awal 2018, Ketersediaan Cabai Secara Nasional Surplus

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Pada awal 2018, stok cabai secara nasional dinyatakan aman. Berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, stok cabai besar pada Desember 2017 sekitar 104.064 ton dengan kebutuhan 95.652 ton. Pada Januari 2018, stok cabai besar sebanyak 102.153 ton dengan kebutuhan 93.331 ton.

Untuk cabai rawit, stok pada Desember  2017 mencapai 81.637 ton dengan kebutuhan sebanyak 73.099 ton. Pada Januari 2018, stok cabai rawit mencapai 77.847 ton dengan kebutuan 69.683 ton. Berdasarkan data tersebut, ketersediaan cabai besar dan cabai rawit masih aman dan surplus.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, mengaku sempat terjadi gejolak harga, tetapi hal itu wajar. “Harga di tingkat petani wajar dan ketersediaan pertanaman di lapangan sangat memadai,” katanya.

Per 4 Januari 2018, harga cabai merah keriting di tingkat petani di Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Cianjur, Sumedang hanya sekitar Rp 15 ribu – 17 ribu dan cabai rawit merah Rp 25 ribu – 30 ribu. Harga di Jawa Tengah seperti  Magelang, Temanggung, dan Banjarnegara  juga di kisaran Rp 21 ribu – 24 ribu untuk cabai merah keriting dan Rp 31 ribu  untuk cabai rawit merah.

Di Lombok Timur dan Lombok Barat, cabai merah keriting berkisar Rp 16 – 18 ribu dan cabai rawit merah hanya Rp 20 – 21 ribu. Bahkan, wilayah Sulawesi seperti Jeneponto dan Enrekang hanya berkisar Rp 9 – 12 ribu untuk cabai merah keriting dan cabai rawit merah Rp 8 – 19 ribu di tingkat petani.

Pemantauan harga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, untuk cabai merah keriting Rp 23 ribu dan cabai rawit merah Rp 36 ribu.

Prihasto mengatakan beberapa wilayah saat ini sedang panen cabai keriting, seperti Kulon Progo 1.013 hektare  pada Desember 2017 dan 982 hektare pada Januari 2018, Brebes 945 hektare pada Desember 2017 dan 562 hektare pada Januari 2018.

Di Kabupaten Rejang Lebong, luas panen mencapai 893 hektare pada Desember 2017 dan 1.096 hektare pada Januari 2018. Begitu juga di Kabupaten Kerinci, panen cabai besar seluas 868 hektare pada Desember 2017 dan 844 hektare pada Januari 2018.

Begitu juga dengan cabai rawit, beberapa daerah sedang panen seperti Kediri 2.498 hektare pada Desember 2017 dan 824 hektare pada Januari 2018. Kabupaten Lombok Timur luas panen 2.114 hektare pada Desember 2017 dan 1.003 hektare pada Januari 2018.

Di Kabupaten Blitar, luas panen 1.677 hektare pada Desember 2017 dan 868 hektare pada Januari 2018. Kabupaten Jember luas panen 1392 hektare pada Desember 2017 dan 1.186 hektare pada Januari 2018.

Di kabupaten Brebes, luas panen mencapai  941 hektare pada Desember 2017 dan 665 hektare pada Januari 2018. Di Kabupaten Banjarnegara, luas panen mencapai 1.000 hektare pada Januari 2018.Di Kabupaten Mojokerto, luas panen mencapai 1.342 hektare pada Januari 2018. (Sir)