Anggota Polda Bali Ini Dihukum Push Up 30 Kali, Ini Kesalahannya

oleh
Seorang anggota Polantas dihukum push up karena terjaring dalam operasi Gaktibplin di pintu masuk kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, Rabu (18/4/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com –  Anggota Propam Polda Bali menggelar operasi Gaktibplin di pintu masuk kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 06.15 WITA. Hasilnya, puluhan polis dari satuan Sabhara, Lalu Lintas, dan Reskrimsus terjaring dalam operasi tersebut.

Operasi tersebut memang menyasar surat kelengkapan data diri dan kelengkapan kendaraan bermotor milik anggota Polri. Petugas Provos mendapatkan dua personel yang melakukan pelanggaran disiplin, yakni Brigadir I Dewa Ketut Alit Suarbasana dan Bripda I Kadek Krisna Adi Putra. Personel yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas dan Sabhara Polda Bali ini dijatuhi sanksi berupa Tilang Provos dan tindakan push up sebanyak 30 kali.

“SIM A dan C milik Brigadir I Dewa Ketut Alit Suarbasana sudah habis masa berlakunya. Sedangkan Bripda I Kadek Krisna Adi Putra melakukan pelanggaran disiplin lantaran plat nomor kendaraan yang dibawanya terpasang stiker,” kata Kanit Hartib II Subbid Provos Bidpropam Polda Bali AKP Ni Luh Suryawati usai memimpin kegiatan Gaktibplin.

AKP Ni Luh Suryawati menjelaskan, kegiatan Gaktibplin digelar untuk meningkatkan kedisiplinan, ketaatan hukum, dedikasi, dan loyalitas personel Polri dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Bahkan, kegiatan ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk penertiban ke dalam di institusi kepolisian sebelum menertibkan masyarakat.

“Disiplin bagi anggota Polri itu sangat penting, sehingga aturan yang telah ditetapkan di tubuh Polri dan melekat tersebut bisa benar-benar terlaksana, termasuk kita netral dalam Pilkada serentak,” tegasnya.

Menurut dia, dengan netralitas Polri saat Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019, diharapkan akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menyejahterakan rakyat. Oleh sebab itu, pihaknya akan menindak tegas jika ada anggota Polri yang melanggar aturan tersebut.

“Jika ada yang melakukan pelanggaran, maka kita akan proses secara tegas,” pungkasnya. (*/Sir)