Anggota DPR Soroti Tumpukan Sampah di Pantai Kuta

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Anggota Komisi X DPR Marlinda Irwanti menyayangkan banyaknya sampah plastik di Pantai Kuta, Bali, beberapa hari belakangan ini. Pasalnya, selama ini Bali menjadi salah satu icon destinasi wisata unggulan di Indonesia yang sangat terkenal di mancanegara. Tumpukan sampah tersebut tentu akan mengurangi keindahan Pantai Kuta.

“Pariwisata Bali adalah salah satu icon destinasi wisata di Indonesia yang sudah sangat terkenal di luar negeri, sehingga menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga Bali. Banyaknya sampah di Pantai Kuta dalam beberapa hari belakangan ini tentu sangat mengurangi keindahan Pantai Kuta. Saya sangat menyayangkannya,” kata Marlinda, Kamis (4/1/2017).

Itu sebabnya, politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menilai perlu segera dilakukan kordinasi yang intensif antara Kementerian Pariwisata sebagai mitra kerja Komisi X DPR dengan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Daerah setempat untuk segera menyelesaikan permasalahan sampah tersebut.

Ribuan ton sampah di Pantai Kuta diduga ‘kiriman’ dari Banyuwangi, Jawa Timur. Oleh sebab itu,  politisi yang akrab disapa Linda ini meminta Pemda Banyuwangi ikut mencarikan solusinya, bukan sekadar saling menuduh.

Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan banyaknya sampah  itu akan berakibat pada penurunan jumlah wisatawan , khusunya di Pantai Kuta dan Bali pada umumnya. Penurunan wisawatan juga berdampak bagi daerah-daerah lain sekitar Bali, seperti Jawa Timur.

“Tidak bisa dipungkiri, perekonomian Bali juga ikut menopang atau menghidupkan pariwisata daerah sekitarnya seperti Jawa Timur. Sebut saja ketika ada peristiwa bom di Bali beberapa waktu silam, terjadi penurunan wisatawan di Bali, dan ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat Bali, tapi juga bagi seluruh wilayah Indonesia, khususunya daerah sekitar Bali, seperti Jawa Timur,” paparnya.

Linda mencontohkan, perajin batik yang ikut merosot pendapatannya ketika itu. Oleh karena itu, dia berharap agar segera dilakukan kordinasi antara Kementerian Pariwisata, Pemda Bali, Pemda Banyuwangi atau Pemda Jawa Timur untuk segera mencari solusi atas masalah tersebut.

Tidak hanya itu, menurut dia, perlu adanya sosialisasi kesadaran wisata bahwa Bali adalah icon Indonesia dan destinasi pariwisata dunia yang harus dijaga seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakat Bali. (Sir)