Aneh, Pancuran Air Jernih Mendadak Muncul dari Celah Tebing di Desa Besakih

oleh
Air jernih memancur dari celah tebing di Desa Besakih, Rendang, Karangasem. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com  – Pancuran air mendadak muncul dari sela-sela pilah (tebing batu) di Tukad Dedari, Desa Adat Temukus, Desa Besakih, Rendang, Karangasem. Fenomena aneh ini tentunya membuat geger warga sekitar.

Pancuran tersebut kali pertama ditemukan Bendesa Adat Temukus, I Nengah Sindia, Jumat (16/3/2018). Awalnya, Sindia datang ke Tukad Dedari untuk melukat (pembersihan diri). Bagi warga setempat, areal Tukad Dedari disakralkan karena banyak terdapat beji atau lokasi penyucian Ida Bhatara.

“Saat itu pas hari pengerupukan, saya melukat kesana,” kata Sindia, Minggu (18/3/2018).

Namun, niatannya melakukan pembersihan diri malah menemukan sesuatu yang tidak biasa, yakni pancuran kecil yang muncul di sela-sela pilah atau tebing batu. Airnya sangat jernih. Awalnya Sindia berfikiran bahwa air tersebut panas, karena jaraknya dengan kawah Gunung  Agung hanya 4 kilometer.

Namun, setelah didekati dan disentuh, ternyata airnya dingin. Bahkan, air tersebut sempat diminum Sindia dan merasakan sensasi yang berbeda.

“ Menurut saya, memang air biasa tetapi lebih jernih dari air yang di bawah. Ketika diminum badan terasa berenergi kembali,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia tidak mau mengklaim bahwa air tersebut memiliki sesuatu yang spesial. Air yang keluar tersebut juga terbilang unik. Walau pancurannya kecil, tetapi seolah ada tekanan yang kuat dari dalam, sehingga kucuran airnya terasa kencang dari sela sela tebing batu.

Untuk menindaklanjuti kemunculan air tersebut, dia akan menunggu selama satu bulan tujuh hari. Jika memang air itu tidak hilang, maka dia akan menanyakn hal itu secara spiritual kepada orang pintar. Sebaliknya, jika hilang ada kemungkinan air tersebut berasal dari rembesan air hujan saja.

“Ya, kita tunggu selama satu bulan tujuh hari baru kita akan tanyakan secara spiritual,” katanya. (Stw/Sir)