1.846 Warga Masih Mengungsi di Kecamatan Abang

oleh
Wagub Sudikerta menjenguk pengungsi di Desa Culik dan Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyalurkan bantuan berupa uang dan sembako kepada 1.846 pengungsi di Banjar Seloni dan Banjar Dinas Amertasari, Desa Culik  dan Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (14/12/2017).

Didampingi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, kehadiran Wagub Sudikerta mendapat sambutan hangat dari masyarakat pengungsi yang berkumpul di balai banjar setempat. Kepada pengungsi, Sudikerta mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang mengungsi akibat erupsi Gunung Agung.

“Hari ini kita menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang ada di posko pengungsian di Desa Culik dan Desa Datah. Ini merupakan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang saat ini terdampak erupsi Gunung Agung. Ini merupakan bencana alam, kita tidak bisa menolaknya, tapi kita bisa mengindarinya dengan cara mengungsi ke tempat aman,” ujar Sudikerta.

Sudikerta mengatakan erupsi Gunung Agung belum diketahui sampai kapan berakhir. Kondisi ini tentunya mengganggu mata pencaharian masyarakat. Untuk itu, dia berharap bencana ini bisa cepat selesai agar perekonomian masyarakat kembali normal dan pengungsi bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kita semua tidak tau kapan semua ini akan berakhir. Yang pasti, kita harus tetap waspada. Tidak ada kepastian kapan Gunung Agung selesai erupsi atau meletus. Ini yang membuat kita harus lebih lama di pengungsian. Kita juga harus memikirkan jangka panjangnya seperti apa. Karena ini terkait dengan pasokan logistik, mata pencarian, dan yang lainnya,” imbuhnya.

Agar tidak jenuh selama berada di posko pengungsian, Sudikerta meminta para pengungsi lebih aktif melakukan kegiatan yang bermanfaat. “Para pengungsi pasti jenuh. Coba lebih aktif lagi melakukan kegiatan positif yang bisa bermaanfaat selama di pengungsian. Contohnya, membuat kerajinan, membuat anyaman. Ya, lebih aktif lagi. Jangan hanya berdiam diri,” pintanya.

Menurut Camat Abang I Gusti Nyoman Darsana, ada 942 jiwa pengungsi di Desa Culik dan 904 jiwa di Desa Datah. (Sir)