Ya Ampun, Serpihan Emas $ 2 Juta Ditemukan Di Selokan

oleh
banner 300250

Swiss, suarabali.com – Para ilmuwan kaget karena menemukan endapan butir halus emas di tempat yang tidak biasa yakni pabrik pengolahan kotoran dan air limbah Swiss.

Diperkirakan 95 pon emas (sekitar 43 kg) hanyut ikut terbawa air selokan melalui sistem pembuangan limbah Swiss setiap tahun, demikian menurut sebuah studi oleh lembaga ilmu perairan Eawag.

Emas yang hilang terbawa keselokan bernilai hampir $ 2 juta dengan harga pasaran yang berlaku.

Para periset percaya bahwa bulir-bulir bijih emas terbuang ke sistem air limbah itu berasal dari industri pembuatan jam mewah dan kilang emas terkenal di negara ini.

Penelitian tersebut ditugaskan oleh Kantor Federal Swiss untuk Lingkungan, melibatkan survei terhadap 64 instalasi pengolahan air limbah di seluruh negeri.
Beberapa daerah bahkan memiliki kadar emas lebih tinggi dari yang lain.

Di salah satu bagian selatan Swiss yang merupakan tempat penyulingan beberapa kilang emas, kadar logam yang meningkat bahkan mungkin perlu untuk dikumpulkan.

“Konsentrasi emas di lumpur limbah cukup tinggi agar pemulihan berpotensi bermanfaat,” tulis para peneliti.

Para ilmuwan menemukan unsur tak terduga lainnya di dalam air, yakni sejumlah besar endapan perak dan bahkan mineral tanah jarang yang sering digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik.

Para periset memperkirakan bahwa lebih dari 6.500 pon perak atau 2.9495 Kg ($ ​​1,8 juta dengan harga pasaran berlaku) mengalir ke lubang limbah Swiss setiap tahunnya.

Emas dan perak bukan satu-satunya barang berharga yang ditemukan di air limbah Swiss tahun ini. Masih ada kasus benda berharga yang dibuang kesaluran selokan limbah.

Pada bulan September, penyelidik Swiss meluncurkan sebuah penyelidikan mengapa dua wanita Spanyol membuang keselokan uang sekitar € 100.000 ($ 120.000) ke toilet di Jenewa.

Kantor Jaksa Jenewa mengatakan bahwa mereka menemukan € 500 uang telah dibuang ke toilet di cabang bank UBS dan tiga restoran terdekat.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka khawatir para wanita tersebut berusaha untuk menyingkirkan uang ilegal hasil kejahatan.

Di Indonesia kejadian seperti di Swiss mungkin tidak akan pernah ada. Karena disinipun selokan menjadi tempat mencari nafkah bagi segelintir orang. (Hsg)