WNA Asal Malaysia, Meninggal Saat Di Atas Kapal Ikan

oleh
banner 300250

Buleleng, suarabali.com – Salah seorang WNA asal Malaysia, bernama Sintiong Gelet (57) menemui ajalnya saat melalukan perjalanan ke Kabupataten Buleleng dari Sepekan Sumenep Jawa Timur.

Sintiong mengunakan kapal ikan menuju Buleleng.  Malang tak dapat ditolak, ia meregang nyawa saat dalam perjalanan.

Sintiong merupakan pasien dari Puskesmas Sepeken yang dirujuk ke RS Kerta Usada Singaraja, untuk bisa mendapatkan penanganan medis akibat sakit yang diderita.

Sintiong meninggal di samping istrinya sendiri bernama Mary Bennedct (51) serta seorang perawat Puskesmas Sepekan bernama Sugeng Priowahyono (31) yang ikut mendampingi selama perjalanan korban menuju ke Buleleng.

Jenazah Sintiong tiba pelabuhan rakyat Kampung Baru sekitar pukul 10.24 wita, bersama Kapal Motor Assyefa nomor lambung 55 yang mengangkut 300 kg ikan kerapu hidup dan 4 orang ABK dengan nahkoda kapal Zainnulah (47) asal Sepeken.

Menurut penuturan Zainnulah, awalnya korban berangkat dari dermaga Sepeken pada Selasa (10/10/2017) pukul 22.00 wita menggunakan kapalnya, yang kebetulan akan menuju ke PPI Sangsit membawa ikan.

Menurut dia, dpihak Puskesmas minta tolong untuk membawa korban berobat di RS Kerta Usada Singaraja, karena di Sepeken tidak ada rumah sakit, yang ada hanya Puskesmas.

Zainnulah menuturkan selama ini warga Sepeken memang kesulitan dalam hal penanganan medis khususnya darurat. Sebab disana, kata dia, hanya ada Puskesmas semata itupun tidak maksimal.

“Orang Malaysia ini memang sedang sakit. Kemudian dirujuk ke rumah sakit Kerta Usada Singaraja. Baru dalam perjalanan, kurang lebih 3 jam sebelum nyandar di Pelabuhan Kampung Baru, penumpang yang sakit ini meninggal dunia di kapal,” ucap Zainnulah.

“Kalau orang sakit memang begitu, pasti dibawa kesini bisa 8 jam kami tempuh. Sebelumnya sudah ada meninggal saat perjalanan kesini. Bisa 8 jam, kalau mesin kapal kecil. Kalau mesin kapal besar, paling cepat 8 jam atau 12 jam. Bayangkan saja, itu perlu waktu berjam-jam. Paling sering kami antar itu orang hamil, itu sudah pasti kesini kalau harus melahirkan di rumah sakit,” tutur Zainnulah.

Sementara Kasubag. Humas Polres Buleleng, AKP. Nyoman Suartika mengatakan, kasus ini kini ditangani Polsek Kota Singaraja, dengan mmintai keterangan saksi-saki.

“Sekarang masih proses untuk pemulangan jenazah korban ke negara asalnya atau dikremasi disini. Korban murni meninggal karena sakit, kebetulan saat meninggal itu ada perawat dan istri korban di dalam kapal,” tutup Suartika.(Mkf)