WN China Positif Covid-19 Usai dari Bali, Kemenkes: Patut Diduga Tertular di China

oleh
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Achmad Yurianto saat telekonferensi dengan pers di Jakarta, Kamis (13/2/2020). (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Warga Negara China atas nama Jin positif Covid-19 usai dari Bali. Sebelumnya, pada 12 Januari 2020 Jin diinformasikan datang ke Indonesia melalui penerbangan Wuhan – Bali. Kemudian pada 28 Januari 2020, dia kembali ke negaranya melalui penerbangan Bali – Shanghai menggunakan maskapai Garuda.


Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Achmad Yurianto mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti informasi ini dengan mengonfirmasi maskapai Garuda. Informasi yang didapat, ada dua orang penumpang bernama Jin, anak-anak dan dewasa.

“Kita mencoba melihat perhimpunan waktu, kalau seandainya tanggal 5 Februari (WN China) confirm positif Covid-19, artinya dia melewati masa inkubasi. Kami melihat data dari China menjadi positif itu ternyata di hari ke-10. Artinya, kalau kita hitung mundur dari tanggal 5 mundur 10 hari itu ketemunya sekitar tanggal 27 atau 28,” jelas dr. Yuri di Natuna saat telekonferensi dengan pers di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Lebih jauh dr. Yuri menjelaskan, tanggal 27 Januari WN China tersebut ada di Indonesia. Pihaknya mencoba melakukan kajian analisis data di Bali melalui spesimen. Hingga tanggal 27 Januari, ada 14 spesimen pemeriksaan virus dari Bali dimana 14 spesimen itu dari 2 orang WNI dan 12 orang bukan WNI dan semua hasilnya negatif.

Tak hanya itu, Kemenkes juga melakukan pelacakan melalui data Sentinel Influenza Like Illness (ILI). Ternyata pada periode itu, lanjut dr. Yuri, tidak ada perubahan angka, tidak ada fluktuasi yang lebih tinggi.

Bahkan, berdasarkan survei Pneumoni Berat, angkanya pun tidak berubah. Sehingga pada tanggal 27 dapat disimpulkan tidak ada kemungkinan WN China terinfeksi Covid-19 di Bali.

Selanjutnya pada 28 Januari tepat kepulangan WN China ke negara asalnya, dr. Yuri menjelaskan, pihaknya mencoba mencari data apa saja yang dilakukan oleh WN China tersebut di Shanghai.

“Ternyata aktivitas yang patut diduga setelah dia (WN China) turun dari bandara naik kendaraan umum, berjalan kesana-kemari, dan jika dihadapkan pada Sentinel ILI sangat mungkin terjadi penularan Covid-19 di sana,” kata dr. Yuri.

Kemenkes juga sedang melacak ke imigrasi, sepanjang WN China ada di Indonesia dari tanggal 12 -28 pergi kemana saja. Bahkan, jika identitasnya sudah jelas diketahui akan mencoba dilacak ke hotel mana saja yang ia singgahi.

“Tetapi, bagi kita sebenarnya bukan berbicara tentang WN China ini, tetapi bagaimana kita melakukan proteksi yang kuat, deteksi yang cermat di Bali. Karena WN China sudah ada di negaranya, kita berdoa mudah-mudahan cepat sembuh. Nanti yang di Bali inilah yang harus perlu kita pantau betul, jangan sampai menjadi sebuah hotspot (Covid-19),” ucap dr. Yuri. (*)