Wiranto Klarifikasi Isu Terkait Penanganan Korban Gempa di Ambon

oleh
Menko Polhukam Wiranto menyampaikan klarifikasi mengenai sejumlah isu yang beredar di media terkait penanganan korban bencana gempa bumi di Ambon, Maluku. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Menko Polhukam Wiranto menyampaikan klarifikasi mengenai sejumlah isu yang beredar di media terkait penanganan korban bencana gempa bumi di Ambon, Maluku. Wiranto mengaku tidak punya alasan dan tidak mungkin sengaja melukai hati masyarakat Maluku yang sedang terkena musibah.

“Sebaliknya saya mengundang para menteri terkait yang menangani bencana alam, termasuk Kepala BNPB, untuk segera melakukan langkah-langkah cepat guna meringankan beban pederitaan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Maluku,” tegas Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Berdasarkan hasil rapat, kata Wiranto, Pemerintah Pusat segera memberikan bantuan sesuai standar tanggap darurat, antara lain bantuan korban meninggal, bantuan untuk rumah yang rusak, bantuan kebutuhan dasar pengungsi, dan lain-lain.

Dilaporkan oleh Kepala BNPB bahwa banyaknya pengungsi bukan hanya karena rumahnya hancur, tetapi karena adanya informasi akan adanya gempa susulan yang lebih besar dan tsunami. “Padahal (sesuai laporan) tak ada badan resmi yang memberi info seperti itu,” katanya.

Oleh sebab itu, Wiranto mengungkapkan, kesimpulan rapat perlu penjelasan kepada masyarakat tentang keadaan yang sebenarnya dan mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing. Sebab, menurut dia, dalam pengungsian pasti akan banyak masalah yang dihadapi, baik masalah pendidikan anak-anak, juga adanya risiko penyakit yang biasa muncul di pengungsian.

“Itu yang sebenarnya menjadi hasil rapat koordinasi yang dihadiri Kepala BNPB, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, dan Kabin di kantor Kemenko Polhukam,” ungkapnya.

Akhir-akhir ini, menurut Wiranto, banyak penjelasan yang dia sampaikan untuk menenangkan masyarakat justru diputarbalikkan untuk menyerangnya. “Namun, itu semua dapat diselesaikan dengan kesabaran dan kebesaran hati kita. Terima kasih, semoga penjelasan saya ini dapat dipahami,” pungkasnya. (*)