WHDI Gianyar Bertekad Mewujudkan Wanita Hindu yang Mandiri

oleh
Perayaan HUT ke-32 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar ditandai dengan pemotongan tumpeng di Pendopo Kantor Bupati Gianyar, Kamis (12/3/2020). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar merayakan HUT ke-32 di Pendopo Kantor Bupati Gianyar, Kamis (12/3/2020). Perayaan hari jadi WHDI Gianyar ini ditandai dengan pemotongan tumpeng.


Acara yang mengusung tema ‘Wanita Hindu Mandiri, Berdaya Mewujudkan Generasi Unggul’ ini dihadiri Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra selaku Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar sekaligus penasehat WHDI Gianyar, Diana Dewi Agung Mayun (Ketua WHDI Gianyar), Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Gatriwara Persatuan, dan Ketua WHDI Kecamatan se-Kabupaten Gianyar.

Ketua WHDI Gianyar Diana Dewi Agung Mayun menjelaskan, tema yang diusung pada HUT ke-32 WHDI ini mengandung makna untuk membangkitkan kesadaran semua anggota WHDI untuk menjadi istri yang tangguh, inovatif, kreatif, percaya diri, dan bisa menjadi generasi yang membanggakan untuk mewujudkan Indonesia maju.

WHDI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berlandaskan Tri Hita Karana dan Catur Purusa Artha. “Tanggung jawab WHDI sangat besar, yakni untuk melestarikan adat budaya Bali yang sudah terkenal di kancah dunia,” kata Diana Dewi Agung Mayun.

Sementara TP PKK Kabupaten Gianyar yang juga penasehat WHDI Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kabupaten Gianyar yang selalu bersinergi dengan kegiatan TP PKK Kabupaten Gianyar.

WHDI memang memiliki kegiatan khusus untuk membina wanita-wanita Hindu. Visi utama yang selalu diemban WHDI adalah mewujudkan wanita Hindu yang cerdas, mandiri, dan berbudi pekerti luhur dengan budaya organisasi modern.

“Modern di sini menjadi acuan, karena dengan menjadi WHDI modern akan membuat WHDI, khususnya Kabupaten Gianyar, menjadi eksis,” kata Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

WHDI juga memiliki misi yang harus terlaksana, yakni mempromosikan citra WHDI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, meningkatkan kualiatas SDM wanita Hindu, dan memperjuangkan hak-hak perempuan tanpa diskriminatif serta mengembangkan kegiatan sesuai dengan perkembangan zaman dan kearifan lokal.

Dia berharap WHDI Kabupaten Gianyar tidak kalah dengan WHDI kabupaten lain, yakni membawa organisasi ini makin eksis melalui program dan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi pelestarian adat dan budaya, seperti ngayah ke pura, memberikan ceramah keagamaan serta memberikan pelatihan bebantenan maupun peningkatan skill untuk wanita Hindu. (*)