WaterSeer Untuk Memanen Uap Air Di Wilayah Kering

oleh
WaterSeer tanpa listrik dan bekerja memakai tenaga angin untuk panen uap air
banner 300250

Suarabali.com – Bebeberapa wilayah dikenal sebagai daerah tandus dan sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan hewan dan manusia.

Selain akibat sulitnya akses kewilayah terpencil dan tandus ini, juga membutuhkan biaya sangat besar untuk membuat satu titik sumur bor untuk mendapatkan air bersih dari dalam tanah.

WaterSeer memberikan solusi praktis bagaimana caranya memanen air bersih dengan menyaring uap air lalu diubah menjadi air bersih siap minum. Air bersih ini juga bisa untuk mandi, mencuci pakaian kita, atau memasak.

Alat ini adalah alat penyedia air minum untuk keperluan manusia dan hewan. Hebatnya dia berteknologi rendah dan harganya per unit hanya $ 134, WaterSeer dapat menjadi alat ampuh mengatasi kekurangan air di daerah terpencil yang sangat sulit mendapatkan air.

WaterSeer dikembangkan dan diciptakan oleh Vici-Labs, bekerjasama dengan UC Berkeley dan Asosiasi Peace Corps Nasional, misi utamanya untuk menyediakan sumber air bersih berkesinambungan tanpa putus, hari demi hari, untuk mensuplai air bersih yang aman bagi mahluk hidup.

Dinegara maju, dimana kebanyakan rumah memiliki akses air bersih cukup dengan memutar keran, maka tentu akan berbeda jauh dengan wilayah kering yang memang sulit mendapatkan air bersih, bukan air kubangan kotor. Dengan alat ini maka akan terjamin kesehatan dan mencegah bahaya dehidrasi.

WaterSeer adalah perangkat yang relatif sederhana cara kerjanya, dirancang untuk dioperasikan tanpa pasokan daya listrik, dan tanpa perlu bahan kimia atau pemeliharaan mahal.

Alat ini digerakan memakai tenaga turbin angin yang akan menyerap uap air dari langit dan sekitarnya, lalu dipompakan oleh baling-baling turbin kedalam pipa jauh didasar tanah.

Didasar pipa itulah kondensasi uap air ditampung dan diubah menjadi air bersih, dalam sehari bisa dipanen air sekitar 40 liter. Air yang tertampung dikantung dasar tanah tersebut lantas dipompa keluar untuk dipakai manusia. WaterSeer tidak menyedot air tanah, dia justru memanen jutaan uap air yang ada diudara lepas dipermukaan tanah, lalu diubah dengan kondensasi, maka siaplah air bersih siap pakai.

Kondensasi ini bisa terjadi karena perubahan ekstrem suhu diatas permukaan tanah, ketika benih-benih uap air ini dipompakan oleh kipas turbin kedalam tanah yang dingin lembab maka berubahlah ia menjadi tetesan ribuan air.

Pipa dibawah permukaan harus ditanam jauh kedalam tanah hingga 3 meter atau lebih. Dibanding membuat sumur artesis atau sumur bor sampai puluhan meter, maka alat ini jauh lebih mudah dan sederhana, murah, digerakan oleh angin saja. (Hsg)