Warganya Sering Kehilangan Paspor, Konsul New Zealand Datangi Polda Bali

oleh
Konsul New Zealand Barbara Welton bertemu Wakapolda Brigjen Pol. I Wayan Sunartha di Mapolda Bali, Selasa (29/1/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Konsul New Zealand Barbara Welton mendatangi Mapolda Bali, Selasa (29/1/2019). Kedatangan perwakilan negara New Zealand ini untuk membahas kunjungan warga negaranya yang berlibur ke Bali.

Di Mapolda Bali, Barbara Welton bertemu Wakapolda Brigjen Pol. I Wayan Sunartha bersama sejumlah pejabat utama Polda Bali.

Kepada Wakapolda, Barbara Welton mengeluhkan bahwa banyak warga negaranya yang kehilangan paspor saat berada di Bali. Selain itu, kata dia, ada juga warga negara New Zealand yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan melakukan pelanggaran hukum. Untuk itu, Barbara Welton datang ke Mapolda Bali untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polda Bali, karena sudah melakukan pengamanan dan memberikan perlindungan kepada tamu asing yang berlibur ke Bali, sehingga merasa aman dan nyaman berada di Bali,” ucap Barbara Welton.

Menurut Konsul New Zealand ini, berkunjung ke Indonesia sudah terkenal dengan masalah penindakan peredaran narkoba, termasuk di wilayah hukum Polda Bali. “Untuk itu, kami sangat mengapresiasi Polri dalam pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Menanggapi masalah itu, Brigjen Pol. I Wayan Sunartha mengatakan Polda Bali sudah memiliki sistem pengaduan masyarakat berbasis online, sehingga Kedutaan Besar New Zealand dapat memberikan informasi kepada warganya yang akan berkunjung ke Bali untuk men-download aplikasi Salak Bali.

“Aplikasi itu dapat mempermudah wisatawan asing yang mengalami permasalahan, sehingga apa yang dialaminya dapat cepat dilaporkan melalui aplikasi Salak Bali dan petugas dari Polda Bali akan segara datang ke TKP,” kata Wakapolda.

Mengenai penanggulangan narkoba, Wayan Sunartha mengatakan, dalam commander wish Kapolda Bali tahun 2019, di antaranya akan terus menekan peredaran narkoba yang datang dari dalam maupun luar negeri.

“Termasuk tetap konsisten untuk tidak memberi ruang bagi organized crime (preman) dalam bentuk apapun,” kata mantan Kapolresta Denpasar ini. (*)