Walikota Rai Mantra Launching Desa Panjer Hijau di Denpasar Selatan

oleh
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menggoreskan kuas di dinding lukisan mural sebagai tanda launching Desa Panjer Hijau di Desa Pakraman Panjer, Selasa (23/10/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra me-launching Desa Panjer Hijau di Desa Pakraman Panjer, Selasa (23/10/2018). Kegiatan yang ditandai dengan menggoreskan kuas di dinding lukisan mural dan membuka selubung nama ini diharapkan dapat membangkitkan rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan.

Kini Desa Panjer Hijau dipercantik dengan suasana hijau yang dipenuhi tanaman hias, tepatnya di daerah Jalan Tukad Yeh Aya.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Mintarjo, Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha, Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar Tini Rusmini Gorda, dan Lurah Panjer Made Suryanata.

“Saya memberi apresiasi kepada Desa Panjer dan semua pihak yang terlibat atas partisipasinya yang sangat bermanfaat dalam mewujudkan lingkungan hijau untuk wilayah Kota Denpasar, yang secara umum dapat diterapkan di seluruh desa/lurah seperti di Desa Panjer ini,” kata Rai Mantra di sela-sela kegiatan tersebut.

Menurut dia, masalah kebersihan lingkungan merupakan masalah jangka panjang. Sehingga, diperlukan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan untuk andil dalam menjaga lingkungan. Sehingga, dengan membangun community based ini, masyarakat turut andil dalam menjaga lingkungan, mulai dari gang hingga halaman rumah.

“Sampah merupakan permasalahan klasik perkotaan. Sehingga, tanggung jawabnya tidak hanya pada pemerintah, melainkan semua pihak secara berkelanjutan dengan kemasan kreatif dan inovatif, sehingga mampu memberikan nilai tambah. Salah satunya Panjer Hijau yang kedepanya juga dapat menjadi destinasi wisata kota,” paparnya.

Sementara Lurah Panjer I Made Suryanata mengatakan penataan ini merupakan komitmen kelurahan bersama Perdiknas Denpasar di bidang lingkungan. “Gang 2 dan Gang 5 akan jadi percontohan di Kelurahan. Nantinya kita akan kembangkan di daerah lain untuk dijadikan seperti ini,” kata Suryanata.

Agar tetap terjaga keindahannya, dia akan mewanti-wanti warganya agar ikut menjaganya. Bahkan, dua petugas disiapkan setiap hari untuk membantu membersihkan. Pihaknya juga mulai merintis di beberapa gang seperti gang yang ada di Jalan Tukad Petanu maupun Jalan Tukad Pakerisan yang beberapa di antaranya telah dipaving.

Made Suryanata menambahkan, di wilayahnya ada 100 gang serupa. Dalam penataan gang ini besar anggaran yang diperlukan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta. Sementara indikator gang hijau adalan adanya tanaman hijau, sungai bersih, dan mural dengan semboyan kebersihan. (*)