Wakapolri Imbau Warga Luar Jakarta Tak Ikut Aksi Bela Tauhid 211

oleh
Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengimbau masyarakat yang tinggal di luar wilayah Jakarta tidak bergabung dalam kegiatan Aksi Bela Tauhid 211 yang akan digelar lagi pada Jumat (2/11/2018) hari ini.

“Intinya kami sudah melaksanakan imbauan-imbauan supaya tidak perlulah berangkat ke Jakarta, toh harapan mereka untuk proses penegakkan hukum sudah kami laksanakan juga,” ujar Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto.

Polri berharap masyarakat di luar Jakarta tidak ikut aksi tersebut, karena masyarakat Indonesia tengah berduka akibat bencana alam dan kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Polri berharap aksi tersebut dapat berlangsung sesuai aturan-aturan yang berlaku.

Namun demikian, Wakapolri menyatakan TNI-Polri, Pemprov DKI Jakarta, dan instansi terkait sudah menyiapkan personel pengamanan. Ada 14 ribu personel gabungan yang siap mengamankan aksi tersebut.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan unsur lainnya akan menggelar Aksi Bela Tauhid 211. Aksi akan dipusatkan di depan Istana Kepresidenan Jakarta.

Aksi akan digelar hari Jumat (2/11/2018) setelah salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal. Setelah salat, massa akan longmarch ke depan Istana Kepresidenan untuk menyampaikan tuntutannya.

Terkait Aksi Bela Tauhid 211, Polri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengamankan aksi tersebut. Sebanyak 712 personel dikerahkan untuk pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut.

“Kita fleksibel. Pagi itu hari kerja, kasihan masyarakat. Tapi, jam 10.30 WIB kita apel biasa di barat daya Monas, di dekat Patung Kuda,” ujar Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto, Kamis (1/11/2018).

Berikut ini rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan:

– Arus lalin dari Jalan Hayam Wuruk yang mengarah ke Jalan Majapahit dibelokkan ke arah Jalan Gadjah Mada.

– Arus lalin dari TL Bina Graha belok ke Jalan Juanda diluruskan sampai TL Mahkamah Agung, lurus ke arah Pasar Baru, Jalan Doktor Sutomo dan arus lalin yang akan balik di Tugu Adi Pura diluruskan juga.

– Arus lalin dari Pasar Baru diluruskan ke Jalan Gunung Sahari, bisa ke kanan ke Gedung Kesenian dan bertemu dengan pertigaan. Pengendara bisa ke kanan ke Jalan Lapangan Banteng Utara atau ke kiri ke Jalan Budi Utomo.

– Arus lalin dari Jalan Medan Merdeka Utara bisa belok ke kiri Pejambon dan belok ke kanan ke arah Masjid Istiqlal. Dari Tugu Adipura dibelokkan ke kanan kembali ke Pasar Baru.

– Arus lalin dari Pejambon bisa ke kiri ke arah Sawah Besar dan bisa ke arah kanan ke Pejambon dan di depan Stasiun Gambir bisa ke kanan arah Gedung Pertamina maupun ke kiri ke arah Tugu Tani.

– Setelah salat Jumat, massa akan berjalan kaki melawan arus melewati Jalan Perwira. Massa masuk ke pintu masuk Monas timur laut. Jalan Majapahit dan Jalan Veteran clear.

– Massa dari Gunung Agung ke Tugu Tani yang mengarah ke Monas diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

– Arus lalin dari Kebon Sirih diluruskan ke arah Kwitang, tidak belok ke kiri ke Jalan Ridwan Rais atau Jalan Medan Merdeka Timur.

– Arus lalin Jalan MH Thamrin depan Indosat atau Patung Kuda belok kiri ke Gedung Kemuliaan.

Kalau terjadi kepadatan, rekayasa lalin diberlakukan dari Sarinah dibelokkan ke Jalan Abdul Muis. Sementara arus lalin dari TL Kebon Sirih belok ke kiri ke Jalan Fachrudin dan arus lalin dari Jalan Wahid Hasyim lurus ke Majapahit belok ke kiri Caringin via Tomang atau lurus ke Jalan Gadjah Mada. (*)