Wakapolda Bali: Tidak Ada Ruang Bagi Preman Hidup di Bali

oleh
banner 300250

Denpasar. suarabali.com – Maraknya aksi preman yang terjadi belakangan ini di kawasan Terminal Ubung, Denpasar Bali, membuat Wakapolda Bali Brigjen Pol I Gede Alit Widana gerah. Iapun harus turun langsung ke lapangan untuk menghabisi para preman yang meresahkan masyarakat itu.

Bentuk aksi premanisme itu mulai dari memaksa membeli tiket, menaikkan harga tiket tidak sesuai pasaran, mengancam hingga tarik menarik penumpang kerap dilakukan oleh para preman di terminal Ubung.

Dipimpin langsung oleh Wakapolda Bali didampingi Kapolresta denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, razia yang melibatkan 40 personel gabungan terdiri dari Satuan Brimob, Sabhara, Lalu Lintas, Reskrim, Intel dan Propam, langsung menyasar ke seluruh lokasi dan sudut-sudut terminal.

Sedikitnya sembilan preman dan calo tiket yang sering beraksi di terminal Ubung, Denpasar, terjaring dalam razia itu. Kembilan preman tersebut adalah DPS (34), MB (51), HF (52), GP (49), DAR (31), RB (35), DI (29) dan KW (25), kini telah diamankan di Polresta Denpasar untuk dimintai keterangan.

Wakapolda Bali mengatakan, agar warga merasa aman saat akan melakukan perjalanan, pihaknya akan menyiagakan polisi di terminal Ubung.

“Polisi juga akan terus memantau pergerakan para calo tiket, sehingga tidak ada lagi yang memaksa penumpang untuk membeli tiket dan menaikkan harga tiket tidak sesuai harga pasaran,” tegas Alit Widana.

Wakapolda juga menegaskan, tidak ada ruang bagi para preman untuk hidup di Bali. “Seluruh elemen masyarakat harus ikut menjaga keamanan Bali. Jika masih ada preman yang berulah, maka akan berhadapan dengan Polda Bali,” tandasnya.(tjg)