UNUD Bedah Buku “Hukum Adat Bali”

oleh
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Universitas Udayana Bali gelar acara bedah buku yang berjudul ‘ Hukum Adat Bali ‘ buah karya dari Dr. Vitor Korn, yang diterbitkan oleh Udayana University Pres. Kamis (19/10) yang bertempat di Ruang Sidang Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Denpasar.

Bedah buku ini, dibuka oleh Rektor Universitas Udayana Prof. Dr Raka Sudewi yang diikuti oleh puluhan dosen hukum yang ikut sera membedah buku hukum adat Bali atau ‘Adatrecht Van Bali’ dalam bahasa Belandanya.

Buku keluaran tahun 1932 ini naskah aslinya dalam Bahasa Belanda. Pertamakali diterbitkan di Belanda, dan kini diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh dua penerjemah ahli, yakni I Nengah Merta dan Mien Joebaar yang dikerjakan selama 4 tahun dengan 3 kali editing.

Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Raka Sudewi menyampaikan dalam sambutannya, bahwa acara bedah buku hukum adat Bali tentu sangat penting untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai hukum adat Bali yang detail, sangat luas dan komperhensif.

” Ini adalah sebuah karya disertasi yang monumental, karena ditulis dalam bahasa Belanda, untuk sekarang tidak banyak lagi orang yang dapat memahami isi buku ini. Karena itu, upaya penerbit Universitas Udayana, menerjemahkan buku ini kemudian mendistribusikan kepada masyarakat luas, terutama masyarakat Bali. Patut kita apresiasi dan dorong terus menerus agar melanjutkan hal serupa untuk masa-masa akan datang,” ucapnya

Menurut Sudewi, menerbitkan karya-karya sarjana barat yang terpilih mengenai adat dan kebudayaan Bali, memiliki arti penting tidak saja pada bagi kalangan akademisi, tetapi juga penting bagi masyarakat Bali agar lebih mendalami kebudayaannya sendiri.

“Buku ini patut di baca dan sangat penting, karena dengan membaca buku ini, kita dapat mengetahui bahwa masayarakat Hindu Bali telah mampu mengatur kehidupannya sendiri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang harmonis, menjujung tinggi etika dan disiplin yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Udayana University Pers Drs. Made Jiwa Atmaja menyampaikan bahwa buku Hukum Adat Bali karya DR. Vitor Korn ini baru jilid pertama dengan halaman 1000 lembar, untuk jilid kedua masih proses dan berjumlah 600 halaman, sekitar 3 minggu lagi sudah bisa diterbitkan.

Selain itu, mengapa buku ini dipilih dan diterbittan karena banyak hal yang sangat menarik dari hukum adat zaman dulu di Bali, dan orang Bali pun belum tentu mengetahuinya atau memahamainya.

“Vitor Korn penulis buku ini adalah seorang pejabat Asisten Residen Pemerintahan Kolonial Belanda di Bali pada zaman dulu. Saat itu, ia melakukan penelitian tentang hukum adat di Bali, yang dimulai dari Desa-desa terpencil. Jadi ia catat semua hukum adat dan kebiasaan orang Bali, menariknya dari penelitiannya setiap hukum adat desa di Bali itu berbeda namun punya tujuan dan makna yang sama,” ujarnya

Atmaja juga menilai bahwa buku hukum adat di Bali karya Vitor Corn ini mengcover seluruh naskah hukum adat di Bali dan paling lengkap diantara penelitian lainnya.

“Menariknya dalam buku ini juga, sangat netral dan obyektif, walaupun dia sebagai pejabat birokrat Pemerintahan Kolonial, tidak semata-mata melakukan penelitian untuk berpihak kepada Belanda, itu yang patut kita puji, karena dia sangat netral sebagai ilmuwan,” imbuhnya

Selain itu, kata Atmaja yang luar biasa dari buku ini, model penulisannya desertasi pada zaman dulu. Karena melakukan eksplorasi di lapangan tentang hukum adat orang Bali.

“Dia juga mengkritik jika ada pemerintah Belanda membuat rancu atau merusak hukum adat di Bali, selain itu dia juga mengkritik raja-raja yang melaksanakan praktik hukum adat yang tidak adil dan merugikan rakyat,” jelasnya

” Tujuan kita jelas kalau buku ini terbit dalam bahasa Indonesia, orang Bali sendiri akan kaget, karena sistem hukum dan budaya orang Bali pada zaman itu sangat hebat. Karena orang Bali sendiri belum tentu tau, atau paham tentang aturan-aturan hukum adat pada zaman itu dan saat ini sebagian besar dari aturan itu sudah menghilang,” tutupnya. (Mkf)