Unik, Tari dan Yoga Berpadu di Kahuna Resto

oleh
Tasha Elisabeth memadukan tari dan yoga di Kahuna Resto miliknya. (Foto: Val)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Bila anda ke Kuta atau Legian, silakan mampir di Kahuna Resto yang terletak di Jalan Pengubengan Kauh No. 88, Kerobokan Kelod, Badung, Bali. Di Kahuna Resto, pencinta kuliner akan bertemu dengan konsep yang bisa dikatakan unik dan langka.

Kahuna Resto mengusung konsep one stop entertain. Konsep ini dikreasi oleh Tasha Elisabeth, wanita asal Jogya yang sudah malang melintang ke berbagai negara di dunia.

Saat ditemui suarabali.com di Kahuna Resto, Kamis (25/1/2018), Tasha menceritakan tentang ide awalnya membangun restoran di tengah sawah tersebut. Menurutnya, ide tersebut berawal dari hobinya di bidang menari, yoga, dan kuliner.

“Saya suka menari, saya tekuni yoga. Tetapi kalau makan kenapa harus di warung. Maka munculnya ide one stop entertain dimana orang bisa makan, menari, yoga dalam satu areal yang sama, terhibur, puas dengan kuliner, dan sembuh secara fisik dan psikis. Saya padukan tiga konsep itu. Karena ibu saya itu pintar masak, dia punya warung. Karena ibu saya yang meracik menu, mengajar masakan, makanya tagline di Kahuna Resto adalah home made comfort food. Makanan olah rumahan dengan sentuhan modern,” ujarnya.

Nama Kahuna sendiri berasal dari bahasa Hawai. Kata ini memiliki arti ganda, bisa berarti healer atau penyembuh. Arti lain adalah big wave, ombak besar.

“Apa manfaat dari kata ini. Kata ini cocok dengan konsep saya. Ketika orang berkunjung, dia akan mendapatkan kesembuhan, kesehatan, kepuasan, dan terhibur. Sementara untuk big wave, ini dipakai karena sasaran tamu kita adalah para travelller yang ingin surfing ke Bali dan menikmati ombak besar di Kuta dan beberapa pantai di Bali,” ujarnya.

Jadi, ketika orang datang ke Kahuna Resto, dia sudah mendapatkan semuanya.

Dalam prakteknya, setiap Rabu dan Sabtu, tamu akan diajak menari mulai pukul 19.00 WITA untuk tarian salsa. Satu jam pertama diadakan class dance. Tamu hanya dipungut Rp 50 ribu. Selanjutnya adalah acara social dance. Tamu bisa menari dengan siapa saja, bebas.

“Kalau dia capek, lapar, pasti dia beli makan dan minum dong,” ujarnya.

Hal yang sama juga untuk yoga. Bila ada tamu ingin yoga, maka akan ada yoga class. “Jadi, orang terhibur, sehat, bisa makan,” ujarnya.

Dalam konteks pariwisata Bali, wisata kuliner tetap menggeliat. Sekalipun ada bencana erupsi Gunung Agung, tetapi masih ada saja orang yang berkunjung ke Kahuna Resto.

“Mungkin karena makanan rumahan dengan kemasan modern, maka orang tetap saja datang. Tamunya bervariasi, lokal sampai mancanegara,” ujarnya.

Harganya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 50 ribu. Usaha ini didukung oleh partner bernama Dokter Karina Paramita dan keluarga yang sudah mendukung secara penuh. (Ade/Sir)