TrashStock Festival, Menepis Stigma “Bali of the trash”

oleh
TrashStock Festival 2017 mengambil lokasi di Kulidan Kitchen & Space, Guwang, Gianyar 26-27 Agustus 2017 dan mengambil tema “Pariwisata Berkelanjutan”./Foto: Istimewa
banner 300250

GIANYAR, SUARABALI.COM – TrashStock Festival tahun ini masih setia mengusung konsep  kampanye Musik-Artistik-Plastik. Tahun TrashStock Festival 2017 mengambil lokasi di Kulidan Kitchen & Space, Guwang, Gianyar 26-27 Agustus 2017 dan mengambil tema “Pariwisata Berkelanjutan”. Tema itu dipilih karena dinilai selaras dengan tujuan dari International Year of Sustainable Tourism for Development dari United Nation Tourism Organization (UNWTO)  2017.

TrashStock Festival adalah ajang seni dan musik amal yang menyerukan kampanye cinta terhadap lingkungan Bali dengan cara yang paling kreatif. Acara ini didukung oleh seniman visual, talenta musik dan pengusaha untuk mengatasi masalah sampah plastik yang kian mengotori Bali. Acara TrashStock Festival kali ini  akan diisi oleh penampilan dari Zio, Bayow, Mercy Band, Mata Jendela, Navicula dan banyak seniman lainnya.

Pada sesi temu media, Co-founder TrashStock, Hendra Arimbawa, mengatakan, TrashStock masih konsisten sejak kemunculannya di tahun 2015, yakni memadukan komponen musik artistik dan juga plastik.

“Acara ini cukup konsisten digelar selama tiga tahun terakhir, dengan konsep yang masih sama dengan tahun sebelumnya,” ungkap Hendra di kawasan Renon, Senin (21/8).

Selain itu, lanjut Hendra, dalam acara yang digelar selama 26-27 Agustus 2017 itu akan diisi juga dengan workshop edukasi dan kampanye ramah lingkungan, seperti pameran lukisan, instalasi, fotografi, dan musik yang semuanya dibalut dengan tema lingkungan. Workshop tersebut akan diisi oleh Made Banyak.

Hendra berharap, dadanya festival tersebut, pihaknya mampu berkontribusi terhadap Bali, khususnya untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisatanya.

“Sejak 2008 wisatawan bahkan tidak sedikit yang menjuluki Bali sebagai, Bali of the trash. Mereka mengatakan itu karena melihat sampah yang cukup banyak.  Dengan adanya festival ini, kami harapkan mampu memberikan kontribusi untuk keberlangsungan pariwisata Bali serta berusaha mengembalikan nama Bali of the paradise,” tegasnya.(GG)