Transisi Epidemiologi, Menkes Minta Masyarakat Waspadai Segala Jenis Penyakit

oleh
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek meminta masyarakat mewaspadai segala jenis penyakit. Sebab, lndonesia saat ini sedang menghadapi transisi epidemiologi.

“Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases),” ucap Menkes Nila.

Menkes menjelaskan tiga beban penyakit tersebut. Pertama, telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya. Kedua, muncul ancaman penyakit infeksi baru seperti flu burung, ebola, dan TBC resisten obat. Ketiga, masyarakat masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai seperti demam berdarah, TBC, malaria, HIV/AIDS, filariasis, dan kecacingan.

Terkait masalah gizi, kata Menkes, lndonesia menghadapi beban ganda (double burden of nutition problem). Di satu sisi Indonesia menghadapi masalah undernutrisi (gizi kurang, pendek/stunting, dan kurus). Di sisi lain Indonesia telah dihadapkan pada masalah overnutrisi, yakni masalah obesitas (kegemukan).

Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan berbagai indikator pembangunan kesehatan mengalami kenaikan, tetapi juga masih ada indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan.

Angka stunting pada balita telah turun dari 37,2% tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018. Hal ini sejalan dengan perbaikan pada beberapa indikator Kesehatan lbu dan Anak, seperti antenatal care, persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan ibu nifas, dan pelayanan kesehatan pada bayi dan balita.

Di sisi lain, masih kata Menkes, indikator-indikator penyakit tidak menular telah menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian. Prevalensi kencing manis berdasarkan pemeriksaan darah telah meningkat dari 6,9 % pada tahun 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018.

Hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah telah meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1 % pada tahun 2018. Perilaku merokok pada remaja juga meningkat dari 7,2 % pada tahun 2013 menjadi 9,1 persen pada tahun 2018.

Sebagai bentuk pencegahan, Menkes menyarankan perilaku hidup sehat di masyarakat perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru mencapai 5 %.

Sementara itu, perilaku aktivitas fisik juga masih perlu ditingkatkan, karena masih 33,5 % penduduk di atas 10 tahun yang aktivitas fisiknya kurang.

“Saya berharap bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program lndonesia Sehat dengan pendekatan keluarga dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah-tengah masyarakat,” kata Menkes.

Menkes juga meminta kepada jajaran kesehatan dan lintas sektor untuk mempergunakan data dan informasi pendataan Keluarga Sehat menjadi dasar intervensi di sektor kesehatan maupun lintas sektor dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan secara tuntas di tingkat keluarga. (*)