Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Rai Mantra ‘Mesuaka’ ke Pasubayan BTR

oleh
Rai Mantra berbincang dengan I Wayan Suarsa tentang reklamai Teluk Benoa. (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Keseriusan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB), IB Rai Mantra – I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) untuk menolak reklamasi Teluk Benoa bukan isapan jempol.

Sehari setelah mendaftar dan menandatangani sikap politik menolak reklamasi, Rai Mantra langsung bertemu dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi (BTR), I Wayan Suarsa bersama beberapa anggotanya di Kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (11/1/2018).

I Wayan Suarsa mengatakan kedatangan Rai Mantra merupakan keinginannya untuk menjelaskan sikap politik dan pakta integritas yang telah ditandatangani paket Mantra-Kerta.

“Beliau ingin bertatap muka untuk memberikan penjelasan tentang pakta integritas yang ditandatangani terkait penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa,” kata I Wayan Suarsa di Kuta, Badung, Kamis (11/1/2018).

Suarsa yang juga Bendesa Pakraman Kuta menilai pertemuan ini sebagai wujud rasa menyama beraya, karena siapapun yang nantinya menjadi Gubernur Bali, tentu sangat erat kaitannya dengan Desa Pakraman.

Menurut Suarsa, Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR merupakan organisasi yang menaungi 39 desa pakraman/adat di seluruh kabupaten/kota di Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa.

Dia menilai, pakta integritas pasangan Mantra-Kerta yang menolak reklamasi Teluk Benoa menunjukkan niat dan itikadnya sebagai calon kepala daerah di Bali. “Tidak ada kata terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan untuk sesuatu hal yang sama,” kata Suarsa.

Suarsa mengatakan kedatangan Rai Mantra merupakan bentuk dukungannya kepada Pasubayan Desa Pakraman/Adat di Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa.

Terkait dukungan politik, Suarsa menegaskan Pasubayan BTR diibaratkan pelangi yang terdiri dari berbagai kalangan, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Jadi siapapun calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang dengan nyata dan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa, maka secara prinsip mereka akan satu tujuan dengan kami (Pasubayan). Itu artinya dukungan nyata akan ada ketika ada penolakan nyata,” pungkasnya. (Dsd/Sir)