Tim SAR Temukan Jasad Ketut Subrata di Jalan Trenggana

oleh
im SAR saat mengevakuasi jasad Ketut Subrata yang terjatuh di Sungai Penatih Jalan Naga Sari Denpasar. Kamis (1/2/2018)/(Foto: Ist)
banner 300250
Denpasar, Suarabali.com – Seorang warga Banjar Cenigan, Desa Kintamani, Bangli yang dilaporkan terjatuh ke sungai di Penatih, Jalan Naga Sari Denpasar, Kamis (1/2/2018), akhirnya ditemukan di bawah jembatan Jalan Trenggana.
Kejaidan itu diketahui setelah adanmya laporan warga setempat, ditemukan sandal korban di pinggir sungai yang berjarak 100 meter dari rumah korban. Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mendapatkan informasi tersebut pada pukul 11.50 Wita dari Pusdalops PB Provinsi Bali, dan diketahui identitas korban atas nama Ketut Subrata (60).
Tim SAR sebanyak 18 personil segera dikerahkan menuju lokasi dengan menggunakan truk personil dan peralatan SAR pendukung lainnya. Sementara itu petugas siaga masih terus menggali informasi dan berkoordinasi dengan potensi SAR terkait.
Keterangan dari Kepala Desa Penatih, Wayan Kamar, bahwa kakek nahas itu pergi dari rumah sekitar pukul 09.00 Wita, dan sampai dengan pukul 10.00 Wita. Ia tak kunjung kembali. Sekitar pukul 10.15 Wita ditemukan sandal korban di pinggir sungai, sehingga kuat dugaan korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Saat itu di lokasi kejadian sedang turun hujan.
Pada pukul 13.50 Wita mereka akhirnya tiba di lokasi dan sudah bergabung dengan potensi SAR lainnya. Penyisiran dilakukan di sepanjang sungai melalui darat ataupun menggunakan tali menyusuri aliran sungai.
Sampai dengan pukul 14:30 Wita pencarian telah dilakukan sejauh 30 meter dari titik diduga korban hilang terjatuh. Selain Basarnas, operasi SAR turut melibatkan dari BPBD Denpasar, Damkar, SAR Sabhara Polda Bali,Pusdalops PB Bali, Balawista, ORARI, Relawan Indonesia dan warga setempat.
Kepala Seksi Operasi SAR, Gede Darmada turun langsung ikut melakukan pencarian. “Akses menuju sungai medannya cukup curam,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana terus memantau jalannya operasi SAR.
“Dalam kondisi hujan kekuatan arus sungai bisa berubah sewaktu-waktu, maka penyusuran di sepanjang sungai menggunakan tali meskipun ketinggian air masih sekitar 1,3 meter. Prosedur tersebut untuk keselamatan tim SAR,” jelasnya.
Pada pukul 15.05 Wita korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada posisi sekitar 400 meter, radial 145°dari titik korban terjatuh ke arah tenggara. Selanjutnya jasad Ketut Subrata dievakuasi menuju RSUP Sanglah Denpasar dengan menggunakan ambulance BPBD. (mkf)