Terlibat Bisnis Narkoba, Putu Arsana Terancam Batal Menikah

oleh
Para pengedar narkoba dan barang bukti dimankan Satres Narkoba Polres Badung. (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Perbuatan I Nyoman Cenik (50) tak patut ditiru. Ia seharusnya menjadi panutan justru menjerumuskan keponakannya, I Putu Arsana (27) untuk mengedarkan narkoba. Angin tak dapat ditutupi asap tak dapat digenggam. Akhirnya bisnis gelap mereka terendus polisi.

Terbongkarnya kasus itu berawal dari hasil penyelidikan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Badung. Setelah mengantongi ciri-ciri pelaku, polisi langsung mengamankan Arsana dan menggeledah rumahnya di Banjar Semilajati, Pemecutan, Denpasar, Sabtu (14/7/2018). Hasilnya, polisi menemukan barang bukti shabu seberat 0,32 gram.

Kepada polisi, Arsana mengaku mendapatkan shabu dari pamannya sendiri, I Nyoman Cenik. Polisi melakukan pengembangan dan bergerak menuju rumah I Wayan Cenik di Jalan Bung Tomo, Denpasar. Benar saja, polisi menemukan tiga paket shabu seberat 0,90 gram yang sudah dikemas dan siap edar dari tangan I Wayan Cenik.

Kini, paman dan keponakan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolres Badung. Apesnya lagi, pernikahan I Putu Arsana dengan gadis pujaannya terancam batal. Sebab, sebelum ditangkap Satres Narkoba Polres Badung, sepasang kekasih ini sudah sepakat menikah bulan depan.

Tidak hanya paman dan keponakan yang ditangkap, pasukan yang dipimpin Kasat Reserse Narkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi juga meringkus empat pengedar narkoba lainnya. Pertama, polisi menangkap I Wayan Hendra Arnawan (26) di Banjar Suradipa, Peguyangan, Denpasar, dengan barang bukti 11 paket sabhu seberat 4,30 gram.

Kedua, I Wayan Dedi Darmawan (30) ditangkap di Jalan Muding, Mekar, Kerobokan Kaja, Kuta Utara dengan barang bukti 10 paket sabhu seberat 4,17 gram. Ketiga, polisi meringkus Putu Putra Digangga (21) di daerah Panjer, Denpasar Selatan, dengan barang bukti 2 paket sabhu seberat 0,66 gram.

Terakhir dan teranyar, polisi membekuk I Nyoman Pasek Purana (20) di Banjar Kulibul Kangin, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung pada Senin (30/7/2018). Kepada petugas, tersangka I Nyoman Pasek Purana mengakui bahwa 4 paket shabu seberat 1,51 gram yang sudah siap edar adalah miliknya.

AKP Djoko Hariadi mengatakan, pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba untuk menyelamatkan generasi muda Badung. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Selain melanggar hukum, narkoba juga dapat merusak susunan saraf otak.

“Apabila menemukan dan melihat adanya penyalahgunaan narkoba, segera informasikan ke pihak kepolisian. Narkoba adalah musuh negara dan kita bersama,” kata perwira ramah dan murah senyum ini di Mapolres Badung, Rabu (1/8/2018). (*)