Terkait Tiga Ormas, Polda Bali Belum Tanggapi Secara Resmi Keputasan Koster

oleh
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Polda Bali belum merespon secara resmi surat Gubernur Bali Wayan Koster yang hanya  memberi surat peringatan kepada tiga organisasi masyarakat (Ormas) di Bali.

Alasannya, Polda Bali belum menerima surat Gubernur Bali terkait masalah tersebut.

“Kami belum mendapatkan surat balasan dari Gubernur tentang Ormas. Akan kami telusuri dulu ya,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes  Hengky Widjaja saat dikonfirmasi suarabali.com, Kamis (17/1/2019).

Lebih jauh Hengky mengatakan pihaknya belum dapat memberikan pernyataan lebih detail terkait keputusan Gubernur Bali Wayan Koster yang hanya memberikan surat peringatan kepada tiga Ormas di Bali.

Padahal, Polda Bali merekomendasikan pencabutan surat keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum, penghentian sementara kegiatan, dan pembubaran Ormas.

“Soalnya kalau belum baca jawaban resmi surat gubernur, kami belum berani statement apa-apa. Nanti malah salah tanggapan dan menambah konflik,” tutur Hengky.

Sebelumnya diberitakan, Polda Bali merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi Bali menindak tiga Ormas di Bali yang dinilai melakukan tindak pidana dan organized crime yang telah meresahkan masyarakat.

Rekomendasi ini tertuang dalam surat Kapolda Bali Nomor: R/846/IV/2017/Bidkum, tanggal 21 April 2017.

Namun, apa yang direkomendasikan Kapolda Bali tidak sepenuhnya dijalankan Pemerintah Provinsi Bali. Sebagai tindak lanjut surat Kapolda Bali itu, Gubernur Bali Wayan Koster hanya memberi surat peringatan kepada tiga Ormas tersebut, yakni Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali, DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB).

“Seperti menjaga kehidupan masyarakat agar terhindar dari keresahan atas tindakan yang dilakukan oknum anggota Ormas,” ujar Gubernur Koster kepada wartawan di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/1/2019).

Untuk menyikapi surat Kapolda Bali tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberi jawaban dengan mengirim surat kepada Kapolda Bali yang isinya: Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Bali yang telah melakukan tindakan penegakan hukum secara tegas dan berkelanjutan terhadap segala bentuk gangguan ketenteraman dan ketertiban yang meresahkan masyarakat.

Selanjutnya, Gubernur Bali memberi surat peringatan kepada tiga Ormas: Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali, DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB).

“Tadi saya sudah ngobrol dari hati ke hati dengan pimpinan ketiga Ormas itu, dan mereka telah beritikad baik untuk menjaga hubungan. Dan bagi saya sebagai Gubernur Bali, mereka adalah anak-anak saya. Saya berkewajiban untuk membina anak-anak saya,” ujar Gubernur Koster dengan suara bergetar menahan haru. (Val)