Terkait Prostitusi Online Artis, Polda Jatim Telusuri Aliran Dana VA

oleh
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akmah Yusep Gunawan. (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com – Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim kembali memeriksa dua mucikari prostitusi online artis berinisial S dan T. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri aliran dana yang diterima tersangka Vanessa Angel (VA) berikut nominalnya. Dari data transaksi rekening koran, transaksi keuangan VA pada 5 Januari 2019 lalu mencapai Rp 105 juta.

Setelah menjerat empat mucikari prostitusi online dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kini penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mulai menelusuri aliran dana VA. Senin (28/1/2019), dua mucikari berinisial S dan T kembali diperiksa penyidik seiring kedatangan VA ke Mapolda Jatim. Dua mucikari ini diperiksa secara maraton selama kurang lebih enam jam.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan rincian aliran dana ratusan juta rupiah dalam bisnis prostitusi online artis yang melibatkan tersangka VA bersama empat mucikarinya. Aliran dana ini terungkap dari fakta otentik data digital forensik berupa rekapan rekening koran milik masing-masing mucikari, termasuk tersangka VA yang terlibat dalam jaringan prostitusi artis berbasis online.

BACA JUGA: 

Terungkap renteran siapa saja yang menerima aliran dana dari bisnis prostitusi artis ini. Ada pun pembagiannya dari total Rp 105 juta ini, yang Rp 80 juta untuk pembayaran biaya prostitusi terhadap tersangka VA dan Rp 25 juta untuk Avriellya Shaqqila (AS).

Dana Rp 80 juta untuk VA ini diterima mucikari Tentri, kemudian diteruskan ke masing-masing mucikari, yakni Windy, Fitria, dan ke Siska. Sedangkan persentase uang yang diperoleh VA sebesar Rp 35 juta usai dipotong mucikari Siska senilai Rp 5 juta.

“Uang prostitusi Rp 80 juta itu juga dipotong Rp 10 juta oleh tersangka Tentri (T). Alasannya untuk limit mobile banking miliknya. Semua pihak-pihak yang bersangkutan sudah dapat bagian bisnis prostitusi online ini,” jelas Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akmah Yusep Gunawan, Senin (22/1/2019). (*)