Terjerat Narkoba, Mantan Sekjen Laskar Bali Diciduk Polisi

oleh
Mantan Sekjen Laskar Bali, Ismaya, digiring polisi dengan kedua tangan dan kakinya dirantai. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Anggota Satuan Narkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali menangkap Ismaya (40) karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Mantan Sekjen Ormas Laskar Bali ini diciduk polisi di depan Kantor Pos Jalan Seroja, Denpasar Utara, Rabu (15/5/2019) pukul 04.00 WITA.

Kini, Ismaya ditahan di Mapolresta Denpasar. Saat pengungkapan kasus ini dipaparkan, Ismaya tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai besi.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengatakan saat ditangkap, Ismaya datang bersama seorang saksi berinisial GW (25) dengan mengendarai sepeda motor Vario. Tak lama kemudian, Ismaya masuk ke dalam ATM Mandiri yang ada di areal Kantor Pos.

Sementara saksi yang membawa sepeda motor masih berada di luar ATM dengan mesin motor dalam keadaan hidup. Setelah keluar terlihat Ismaya mengambil sesuatu di bawah plang ATM tersebut kemudian dia menuju motor.

Saat itu polisi datang dan memberikan peringatan kepada Ismaya untuk tidak bergerak, tetapi Ismaya malah lari dan membuang sesuatu dari tangannya. Sehingga, polisi langsung mengejar Ismaya.

“Pelaku sempat hendak melarikan diri, tetapi berhasil kami amankan. Selanjutnya dengan disaksikan oleh saksi kaling, kami tunjukkan barang bukti sabu yang sebelumnya pelaku buang,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Selasa (21/5/2019).

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi saat Ismaya ditangkap berupa 1 buah kotak rokok Marlboro merah berisi sabu seberat 0,73 gram.

“Barang bukti dan urine pelaku sudah kami lakukan pengecekan ke lab forensik dengan disaksikan oleh kuasa hukum dan hasilnya barang bukti dan urine pelaku positif metamfetamina,” kata Ruddi.

Atas perbuatannya, Ismaya dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun. (*)