Terhalang Pandemi Virus Corona, Parade Ogoh-ogoh Batal Digelar di Bali

oleh
Ogoh-ogoh. (ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Wayan Koster tetap berupaya mencari alternatif agar kretivitas pemuda-pemudi Desa Adat se-Bali dalam membuat Ogoh-ogoh terkait perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 tetap mendapat penyaluran.


Langkah itu sebagai wujud apresiasi Gubernur Koster atas kreativitas dan inovasi karya seni para Yowana tersebut. Secara umum kreasi Ogoh-ogoh yang diciptakan telah menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana dalam rilisnya menerangkan, dampak dari mewabahnya pandemi COVID-19, segala bentuk kegiatan keramaian telah dilarang.

Pemerintah Pusat dan Gubernur Bali telah melarang kegiatan keramaian yang mengumpulkan banyak orang, termasuk pengarakan Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 tidak dapat dilaksanakan.

“Sehubungan dengan itu, setelah mendengar masukan dan diskusi dengan Bupati/Walikota se-Bali serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, maka Gubernur Bali memutuskan akan menyelenggarakan festival/parade Ogoh-ogoh se-Bali yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali,” paparnya dalam rilis resmi yang dikirimkan Senin (23/3/2020).

Dalam rilis tersebut, Gede Permana juga menyampaikan detail penyelenggaraan festival/parade Ogoh-ogoh se-Bali tersebut. (*)