Telan Narkoba, Dua Turis Thailand Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

oleh
Dua warga negara Thailand berinisial PS (29) dan AP (20) ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, karena menyelundupkan narkoba dengan modus ditelan (swallow). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Dua warga negara Thailand berinisial PS (29) dan AP (20) ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, karena menyelundupkan narkoba dengan modus ditelan (swallow), Senin (13/5/2019). Kedua tersangka tiba di Bali menggunakan pesawat Air Asia FD 398 rute Bangkok-Denpasar.

Penangkapan warga negara Thailand itu diungkapkan oleh Kapolsek Udara Polresta Denpasar Kompol Agung Budiarto kepada wartawan di Kantor Wilayah Bea Cukai Ngurah Rai, Tuban, Badung, Senin (27/5/2019). Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali Nusra, Untung Basuki, dan Kepala Bidang Pemberantasan BNP Bali, AKBP Sebudi.

Kakanwil Bea Cukai Bali Nusra, Untung Basuki mengatakan pihaknya mengamankan dua laki-laki berkebangsaan Thailand dengan inisial PS (29) dan AP (20) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin (13/5/2019) sekitar pukul 02.00 WITA. Kedua tersangka tiba di Bali menggunakan pesaawat Air Asia FD 398 rute Bangkok-Denpasar.

Petugas melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap barang bawaan dan pemeriksaan badan setelah kedua tersangka melewati X-Ray. Mendapati ada hal yang mencurigakan, kedua tersangka langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan rontgen. Hasilnya, di dalam saluran pencernaan mereka terdeteksi benda mencurigakan yang diduga narkoba.

Untung Basuki menjelaskan, upaya pengeluaran dilakukan melalui saluran pencernaan. Dari tersangka PS, petugas mendapatkan 49 bungkus plastik bubuk warna putih sediaan narkotika jenis metamphetamine dengan berat total 528,03 gram bruto atau 482,46 gram netto.

Sedangkan dari tersangka AP, petugas menyita 51 bungkus plastik dengan jenis metamphetamine seberat 554,45 gram bruto atau 507,02 gram netto.

“Jadi, total barang temuan tersebut sebanyak 1.082,48 gram bruto atau 989,66 gram dengan nilai edar ditaksir Rp 1,48 miliar,” kata Untung Basuki.

“Kami mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam memberantas narkoba. Tanpa adanya sinergi yang baik, kita akan kesulitan dalam upaya penanggulangan dan pemberantasan narkotika ini,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Udara Polresta Denpasar Kompol Agung Budiarto mengatakan Polri tidak mentoleransi para pelaku tindak pidana narkoba. Upaya-upaya Polri dalam memberantas narkoba sudah sering dilakukan, mulai dari kegiatan preventif, preemtif dan represif. Bahkan, polisi sudah melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku narkoba yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Kita, khususnya Polsek Udara Polresta Denpasar selalu bergandengan tangan dan bersinergi dengan semua pihak dalam pemberantasan narkoba untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di kawasan Bandara Ngurah Rai,” terangnya. (*)