Taman Janggan Denpasar Perlu Dilengkapi CCTV agar Raih Sertifikat RBRA

oleh
Ruang Bermain Anak Taman Janggan Denpasar. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ruang bermain anak (RBA) Taman Janggan yang dikelola Pemkot Denpasar telah mencapai skor 398 , sehingga menjadi ruang bermain ramah anak (RBRA). Untuk mendapatkan sertifikat RBRA, ada satu pion lagi yang harus dipenuhi, yaitu melengkapi CCTV untuk pemantauan keamanan anak-anak saat bermain.

“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar yang benar-benar komit terhadap pemenuhan hak anak,” ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Rohika Kurniadi, usai melakukan audit RBA Taman Janggan di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), belum lama ini.

Menurut dia, penyediaan RBA Taman Janggan sudah sesuai dengan pemenuhan hak anak. Namun demikian, kata dia, perlu memasang CCTV di RBA tersebut  agar mendapat sertifikat RBRA.  Untuk melengkapi kekurangan tersebut, Rohika memberi tenggang waktu dua bulan dari penyampaian hasil audit ini.

“Kami sangat berharap Kota Denpasar mendapatkan sertifikat RBRA, karena ini akan menjadi acuan bagi daerah lain di Indonesia dalam menyiapkan RBA,” ujarnya.

Tim audit RBRA Kementerian PPPA, Joko Santoso mengatakan posisi akreditasi RBA Taman Janggan telah meningkat dari tahun sebelumnya pada posisi Nindya. Bila poin untuk CCTV terpenuhi, berarti katagori RBRA yang merupakan akreditasi tertinggi telah dicapai Kota Denpasar. Sebab, skor untuk RBRA antara 251-455, sehingga untuk skor Kota Denpasar telah mencapai RBA.

“Saya berharap kenaikan kataogori yang segnifikan dari Nindya ke RBRA dapat dicapai Kota Denpasar dengan memenuhi catatan auditor. Karena membutuhkan komitmen dari semua pihak, terutama Pemerintah Kota Denpasar,” ujarnya.

Untuk predikat RBA terdapat lima katagori, yaitu RBA Pratama dengan skor 178-190, RBA Madya skor 191-205, RBA Nindya skor 206-225, RBA Utama skor 226-250, dan RBRA sekor 251-455.

Kabid Pemenuhan Hak Anak Tresna Yasa mengatakan untuk memenuhi kota layak anak, salah satu poin yang harus dipenuhi adalah adanya RBRA. Dia berharapp adanya pengakuan ini semakin mempercepat proses tercapainya kota layak anak.

Selain RBRA, berbagai prestasi lainnya yang telah dicapai tahun 2018 seperti Kota Layak Anak katagori Nindya, puskesmas ramah anak yang dicapai puskesmas 1 Densel, sekolah ramah anak yang diraih SMP Dwijendra, Forum Anak Denpasar, dan Sekolah Ramah Keluarga yang diraih  SMP Wisata Sanur. (*)