Tak Punya Ijin Operasi, Sepeda Listrik Migo akan Dikandangi Polisi

oleh
Sepeda listrik Migo. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Polda Metro Jaya bakal merazia pengguna sepeda listrik Migo yang beredar di Jakarta. Alasannya, armada Migo belum mengantongi izin operasi. “Ini jadi bahasan. Itu nanti akan ditangkap dirazia, dikandangin (sepeda listrik Migo),” kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi, Senin (11/2/2019).

Seperti diketahui, armada Migo sudah mulai masif digunakan sebagai pilihan transportasi warga Jakarta. Migo adalah moda transportasi sewa sepeda listrik berbasis aplikasi Migo e-Bike yang resmi diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, setelah sebelumnya di Surabaya.

Masyarakat yang hendak menyewa harus mengunduh aplikasi Migo e-Bike melalui Google Play atau App Store. Jika diperhatikan dari bentuk bodi, sepeda listrik Migo mirip seperti motor matik (skutik), perbedaanya ada kayuh layaknya sepeda. Dalam penggunaannya, pengendara diberikan helm.

Kompol Herman Ruswandi menjelaskan, sepeda listrik Migo sudah melanggar aturan lalu lintas Pasal 49 tentang kewajiban semua kendaraan yang melintas di jalan raya harus memenuhi persyaratan, salah satunya lulus uji tipe kendaraan.

“Ya sekarang selanang selonong Migo. Istilahnya ‘haram’ ada di jalan. Pelat nomor tidak ada selonong ke jalan raya. Nanti kalau kecelakaan klaim Jasa Raharja tidak bisa kasihan,” katanya.

Dia mengatakan Migo hanya mempunyai izin usaha, tetapi peruntukannya bukan di jalan raya. Menurut dia, armada Migo sudah seharusnya digunakan dalam area tertutup, bukan di jalan raya seperti yang terjadi selama ini.

“Kalau seperti di Ancol, mereka mau sewakan ribuan unit ya tidak masalah. Bukan seperti ini. Kami akan siapkan truk buat angkutin Migo itu,” ucapnya.

“Kalau bicara UU aspeknya, mau sepeda motor itu listrik atau bensin, tetap saja sepeda motor harus taat aturan. Seperti bayar pajak, dibolehkan tidak operasional ke jalan raya. Jalan raya punya kelas, satu, dua, dan tiga. Berapa sih kecepatannya, nah ini kan jadi mengganggu pengguna kendaraan lain,” imbuhnya. (*)