Tak Ada Satu Obat yang Menyembuhkan Berbagai Penyakit

oleh
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Untung Suseno Sutarjo. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Hoax kesehatan berupa iklan atau publikasi terkait obat dan proses pengobatan ramai beredar di segala kanal media. Iklan tersebut mengklaim satu obat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Masyarakat harus berhati-hati dan memahami bahwa tidak ada satu obat pun yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Sesjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Untung Suseno Sutarjo mengatakan jika ada iklan seperti itu, masyarakat diminta tidak langsung percaya. Masyarakat diminta bersikap skeptis dan berkonsultasi dengan apoteker atau dokter di Puskesmas terdekat.

“Banyak iklan yang menawarkan obat yang bisa menyembuhkan penyakit. Satu obat bisa menyembuhkan sepuluh penyakit. Itu hoax. Gak mungkin ada satu obat yang bisa mengobati semuanya (penyakit),” kata Untung di kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Untuk mengobati orang dengan pelayanan kesehatan, tambah Untung, harus berdasarkan pada evidence based medicine. Dia menjelaskan secara sederhana, sebelum melakukan pengobatan pada manusia, terlebih dulu obat tersebut harus diuji-coba pada binatang, kemudian pada manusia sampai dapat disimpulkan bahwa obat tersebut baik untuk digunakan.

Selain itu, perlu juga dibuktikan secara ilmiah keamanannya. Di antaranya, perlu uji toksisitas akut, kronik, dan teratogenik. Obat herbal juga perlu diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, monitoring efek samping, dan interaksi dengan senyawa obat lain.

“Supaya masyarakat juga memahaminya, pelayanan kesehatan itu didasarkan pada hasil penelitian yang cukup lama, yang dilaksanakan mulai dari, semisal, kalau obat dicobakan terlebih dahulu ke binatang, baru ke manusia, dan setelah itu dilihat perkembangannya sampai diketahui apakah obat itu aman untuk manusia atau tidak,” terang Untung.

Masalahnya, sampai saat ini banyak media cetak, media elekronik, dan media online mengiklankan produk obat yang tidak dibuktikan secara ilmiah keamanannya. Untuk itu, melalui penandatanganan MoU Pengawasan Iklan dan Publikasi Bidang Kesehatan diharapkan lebih bisa menertibkan iklan yang berkaitan dengan kesehatan.

“Kita tahu banyak sekali iklan yang tidak sesuai dengan apa yang dijelasakan dalam iklan tersebut. Tapi, kita ingin masyarakat terlindungi dari iklan-iklan ini dan masyarakat bisa sehat,” ucap Untung.

Untung menyarankan masyarakat agar membeli obat di tempat resmi yang memiliki izin dan diberikan oleh tenaga profesional. (Sir)