Susah Tidur Akibat Cemas Didera Masalah Keuangan

oleh
banner 300250

Suarabali.com – Manusia modern biasanya menderita insomenia parah  akibat sulit tidur. Badan lelah tapi tidur cukup tidak mampu dan ini memicu banyak masalah baru bagi kesehatan.

Kondisi sulit tidur di malam hari disebabkan oleh karena seseorang tidak dapat membiarkan otak serta pikiran mereka beristirahat. Banyak sebab lain memicu sulit tidur, salah satunya adalah problem keuangan.

Irish Times membuat survei pendek, penyebab utama banyak orang mengidap insomnia adalah masalah keuangan yang tak kunjung tuntas.

62 persen orang Amerika Serikat kurang tidur karena konflik keuangan di kehidupan sehari-hari mereka. Demikian laporan survei yang digelar oleh CreditCards.com.

Selain itu, beban memikirkan kesejahteraan saat pensiun juga membuat sejumlah orang cemas, terus terjaga sepanjang malam. Namun, hal ini tidak terjadi pada mereka yang memiliki banyak uang atau mempunyai tabungan dalam jumlah aman untuk menanggung hidup di masa depan.

Berdasarkan survei, mereka yang berpendapatkan sebanyak 75.000 dollar AS atau setara dengan Rp 1 miliar setahun ditemukan fakta akan lebih mudah tidur malam.

“Pensiun adalah fase yang paling dikhawatirkan banyak orang. Namun, masalah pendidikan dan pengeluaran juga terus menggeliat memadati pikiran banyak orang,” ujar Matt Schultz dari CreditCards.com

“Dana pendidikan anak, nantinya akan menjadi masalah besar para orangtua di waktu mendatang,” imbuhnya.

“Mereka bilang uang tidak bisa memberikan kebahagiaan. Survei kami menunjukkan bahwa uang setidaknya bisa membuat Anda tidur lebih lelap di malam hari,” imbuh Schultz

Schultz menyarankan bagi yang memiliki masalah keuangan sebaiknya segera dicari solusi terbaik. Entah itu mengurangi pengeluaran atau mencari penghasilan lebih. Sebab, jika kita terus memikirkan persoalan yang sama setiap malam tanpa ada solusi signifikan, sama saja Anda seperti memelihara “bom waktu” dalam tubuh.

Namun, hasil survei soal jumlah penderita insomnia tahun 2015 ini mengalami perbaikan ketimbang hasil di tahun 2009 silam. Pada saat itu, jumlah orang yang sulit tidur malam mencapai angka 69 persen dari seluruh jumlah penduduk Amerika Serikat. (Hsg)