Status Gunung Agung Turun, BPBD Bali Akan Pulangkan Pengungsi

oleh
Gunung Agung
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali saat ini telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karangasem dan BPBD kabupaten dan kota di Bali yang menampung pengungsi untuk memulangkan pengungsi yang saat ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

“Kami sudah berkoordinasi untuk memulangkan pengungsi. Pemulangan akan dilakukan secara bertahap dalam kesempatan pertama. Namun tidak semua pengungsi dipulangkan karena masih ada beberapa catatan yang dikeluarkan oleh PVMBG bahwa di radius 6 kilometer dan perluasan sektoral 7,5 kilometer direkomendasikan untuk tidak kembali terlebih dahulu ke tempat asal masing-masing,” ujar Kepala BPBD Bali, Dewa Indera di Denpasar, Minggu (29/10).

Menurut Indera, hingga sore tadi jumlah pengungsi sebanyak 133.349 orang yang tersebar di 383 titik di 9 kabupaten dan kota di Bali. Pemerintah akan memberikan penjelasan secara hati-hati soal pemulangan pengungsi.

“Kita harus memberikan penjelasan yang sangat hati-hati soal pemulangan pengungsi, sebab secara psikologis ini cukup berat karena ada yang sudah bisa pulang dan ada yang terpaksa harus bertahan karena radius 6,5 kilometer dan perluasan sektoral 7,5 kilometer,” ujarnya.

Jumlah penduduk yang berasal dari desa atau dusun yang masih harus mengungsi masih dilakukan pendataan oleh BPBD. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, NGO dan masyarakat telah menyediakan kendaraan yang ditempatkan di pos pengungsian untuk mengangkut pengungsi pulang.

Sebagian pengungsi pulang menggunakan kendaraan sendiri atau dibantu pihak lain. Meskipun status Gunung Agung sudah diturunkan menjadi Siaga, namun status keadaan darurat penanganan pengungsi Gunung Agung yang ditetapkan Gubernur Bali tetap berlaku, yaitu 27/10/2017 hingga 9/11/2017.

Ia meminta agar warga yang berada di radius 6 kilometer dan perluasan 7,5 kilometer untuk tidak kembali ke rumah masing-masing.

“Kami juga memohon pengertiannya agar warga yang berasal dari radius 6-7,5 kilometer agar tidak kembali dulu ke rumahnya, sampai dengan status Gunung Agung benar-benar normal,” ujarnya.

Daerah yang terdampak yang terdapat di dalam radius 6-7,5 kilometer antara lain Dusun Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban), Dusun  Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi), Dusun Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih), Dusun Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri), Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan) dan sebagian wilayah Desa Dukuh adalah daerah yang berbahaya. Masyarakat yang berasal dari daerah ini masih harus berada di pengungsian. (Ade)