Solusi Urai Kemacetan, Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Diresmikan

oleh
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018). Dalam peresmian itu, Menko Maritim didampingi Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam kesempatan itu, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan underpass tersebut dapat menjadi solusi pengurai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di persimpangan tersebut.

“Pembangunan ini akan memperlancar lalu lintas, terutama Badung Selatan yang mobilitasnya sangat tinggi, terutama terkait menghadapi penyelenggaraan perhelatan IMF-WB. Kami berharap bisa mengurai kemacetan 50 persen dari biasanya,” katanya.

Dia menjelaskan, dukungan pusat terhadap penyelenggaraan IMF-WB juga berupa pengembangan Pelabuhan Benoa, perluasan Apron Bandara Ngurah Rai, dan perampungan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Pembangunan jalan bawah tanah dengan panjang sekitar 700 meter yang awalnya direncanakan dikerjakan selama 13 bulan, yakni selesai pada  20 Oktober 2018, tetapi bisa rampung lebih awal 1,5 bulan.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Bali merupakan salah satu primadona destinasi pariwisata dunia dan sering terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan berskala internasional. Di balik semua itu, kata dia, seiring pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, permasalahan infrastruktur darat, laut, dan udara masih sering menjadi permasalahan.

Untuk itu, peran pusat sangat diharapkan guna pengembangan infrastruktur di Bali. “Kami berharap adanya perhatian pemerintah pusat untuk mendukung infrastruktur Bali, sehingga bisa memiliki infrastruktur dengan standar pelayanan yang memadai,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang disebutnya merupakan satu bentuk dukungan pusat, terutama terkait penyelenggaraan even Annual Meeting IMF-WB.

Lebih jauh, Gubernur Koster yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, terkait penyelenggaraan even Annual Meeting IMF-WB yang diharapkan bisa membangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu roda penggerak ekonomi Bali.

Untuk itu, Koster meminta pelaku UMKM dilibatkan dalam pelaksanaan even tersebut. “Berikan ruang pada pelaku UMKM untuk terlibat di dalamnya. Sehingga, masyarakat bisa merasakan dampaknya secara ekonomi, dan menjadi kesempatan untuk lahirnya pengusaha pemula menjadi seorang profesional. Seperti kuliner Bali bisa diperkenalkan dalam pelaksanaannya,” ujar Koster.

Koster juga mengajak seluruh stakeholders menyukseskan acara tersebut. ”Mari persiapkan semua kegiatan dengan baik, Pemprov Bali pun siap mendukung penuh dalam menyukseskan even ini,” imbuhnya. (*)