Soal Rote Ndao Lockdown, Ini Bantahan Bupati Paulina Haning Bullu

oleh
Bupati Rote Ndao Paulina Haning. (ist)
banner 300250

Rote Ndao, suarabali.com – Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu membantah pemberitaan sejumlah media yang menyatakan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerapkan status lockdown untuk wilayahnya  karena wabah virus Corona atau COVID-19.


“Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa saya tidak pernah katakan itu kepada siapapun. Yang kita lakukan hanya social screening dimana supaya tahu persis orang-orang yang masuk Rote itu dalam keadaan sehat,” kata Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu dalam pernyataan persnya yang diterima suarabali.com, Jumat (27/3/2020).

Paulina kemudian menjelaskan pengertian istilah lockdown. “Lockdown itu artinya mengunci, sehingga bila istilah tersebut dipakai dalam penanganan COVID-19, berarti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari satu daerah,” paparnya.

Realitas yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao, menurut Paulina, hingga saat ini masih ada penerbangan dan pelayaran. Arus lalu lintas melalui moda transportasi udara dan laut menuju dan dari Rote Ndao masih berjalan normal.

“Bahkan, tadi pagi saya masih bersama-sama dengan Forkopimda memantau kedatangan para penumpang kapal laut dari Kupang sambil melakukan penyemprotan disifektan bagi penumpang yang masuk Rote,” ungkap Paulina.

Itu sebabnya, Paulina meminta media massa yang memberitakan Rote Ndao lockdown agar dihapus. “Saya mohon dengan hormat kepada wartawan agar tulisan (berita) tentang Rote Lockdown itu agar dihapus,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah media online memberitakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menerapkan status lockdown karena wabah virus Corona. Mereka memutuskan menutup wilayah itu untuk orang dari luar NTT dan orang dari luar negeri.

Seperti diberitakan suara.com yang mengutip Antara, keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 10 Tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) atau virus corona di Kabupaten Rote Ndao. Kabupaten Rote Ndao lockdown diumumkan, Kamis (26/3/2020).

Peraturan itu, antara lain menutup pintu masuk bagi orang yang datang dari atau pernah mengunjungi kota atau kabupaten yang memiliki kasus COVID-19 atau disebut OAR untuk masuk ke Rote Ndao.

Artinya, penumpang pesawat yang akan masuk ke Rote melalui Bandara DC Saudale, Pelabuhan Laut Ba’a, Pantai Baru dan Papela, hanyalah orang NTT karena hampir semua pulau di Indonesia telah terinfeksi COVID-19.

Orang luar NTT dan juga orang dari negara lain tidak bisa masuk ke Rote Ndao. Dalam pasal 4 aturan tersebut, disebutkan bahwa, jika terpaksa, karena sesuatu hal, maka mereka akan dikarantina di tempat khusus selama minimal 14 hari.

Demikian juga dengan orang Rote yang datang dari atau pernah mengunjungi kota/kabupaten terinfeksi COVID-19 yang pulang, akan dikarantina di rusunawa selama minimal 14 hari.

Pemerintah juga melakukan pembatasan akses keluar masuk orang dan barang pada wilayah dusun, desa/kelurahan dan kecamatan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas

Selain melakukan karantina terhadap seluruh barang yang didatangkan dari luar daerah, kecuali alat dan bahan medis yang digunakan dalam mencegah dan menangani COVID-19.

Demikian peraturan bupati yang ditandatangani Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, tertanggal 23 Maret 2020 itu. (Tjg/Sir)