Sistem Ganjil-Genap Diberlakukan Selama IMF-WB Annual Meeting di Bali

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose memeriksa pasukan saat apel gelar pasukan pasukan pengamanan IMF-WB Annual Meeting 2018 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (4/10/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose mengatakan pihaknya akan memberlakukan sistem ganjil-genap kendaraan di daerah-daerah dan jam-jam tertentu selama pelaksanaan International Monetary Fund (IMF) – World Bank (WB) Annual Meeting di Bali.

“Mohon dimaklumi, kami akan melakukan sistem ganjil-genap untuk daerah-daerah dan jam-jam tertentu,” kata Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose kepada wartawan usai apel gelar pasukan pengamanan IMF-WB Annual Meeting 2018 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (4/10/2018).

Kapolda Bali juga mengungkapkan pihaknya sudah bekerja sama dengan Pemprov Bali, Gubernur Bali, DPRD Bali, dan Bupati Badung untuk meliburkan sekolah-sekolah yang dekat dengan tempat pelaksanaan selama kegiatan IMF-World Bank Annual Meeting berlangsung.

“Mari kita seluruh stakeholder bersama-sama mendukung kegiatan ini dan dapat menjadi tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan event besar ini,” kata orang nomor satu di Polda Bali ini.

Polda Bali menggelar apel pasukan pengamanan IMF-WB Annual Meeting 2018 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (4/10/2018). Apel ini diikuti 5.623 personel gabungan dari Polda Bali dan BKO dari Mabes Polri.

Apel tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Cok Ace, Ketua DPRD Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Kajati Bali, Kepala Pengadilan Tinggi Bali, dan Ketua MUDP Bali.

Selaku inspektur upacara dalam apel tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose mengatakan , apel gelar pasukan juga tindak lanjut kegiatan yang sudah dilakukan Polda Bali, yaitu Latihan Pra Operasi (La Pra Ops) dengan sandi “Puri Agung VI” dalam memantapkan pelaksanaan pengamanan nantinya.

Golose juga mengatakan pengamanan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 yang akan dilaksanakan di Bali dapat memberikan dampak global bagi Indonesia dan dunia. “Karena itu, mari kita tunjukkan kepada dunia walaupun kita berulang kali ditimpa disaster, tetapi kita mampu mengamankan event ini,” katanya.

Kapolda menegaskan, polisi sebagai aparat keamanan harus benar-benar siap mengamankan event tersebut. Dia juga meminta jajarannya menjalin komunikasi yang baik dengan TNI dan stakeholder yang lain.

“Tunjukkan bahwa kita benar-benar melayani masyarakat. Lakukan diskresi kepolisian jika memang harus dilaksanakan,” tegasnya. (*)