Setelah Mencuri di 14 Tempat, Dua Pelajar Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Bukannya mengukir prestasi di sekolah, dua pelajar asal Manggis, Karangasem, ini justru berprestasi di dunia kriminal. Pelajar berinisial KSW (16) dan PMA (13) sudah melakukan aksi pencurian di 14 tempat berbeda di wilayah Karangasem.

Aksi kejahatan yang dilakukan kedua pelajar itu terungkap pada Minggu (1/4/2018) ) sekitar pukul 14.30 WITA.  Bermula dari informasi masyarakat tentang adanya percobaan pencurian. Setelah dicek, polisi menemukan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy  warna biru putih yang terparkir di pinggir jalan di dekat Pura Pesimpangan Taman Ayu, Manggis, Karangasem.

Polisi menggali informasi lebih dalam. Ternyata, ada warga yang melihat dua remaja melarikan diri. Polisi kemudian menggeledah bagasi sepeda motor dan menemukan identitas yang diduga pelaku. Bermodal identitas tersebut, polisi mendatangi rumah pelaku dan menyampaikan kepada orangtuanya agar anaknya diantar ke Polsek Manggis.

Sekitar pukul 16.30 WITA, PMA bersama orangtuanya datang ke kantor polisi dan menanyakan sepeda motor. Setelah ditunjukkan, PMA bersama orangtuanya mengakui bahwa sepeda motor tersebut adalah miliknya.

Setelah itu, polisi mengintrogasi PMA. Benar saja, PMA mengaku melakukan percobaan pencurian uang sesari di Pura Pesimpangan Taman Ayu bersama temannya, KSW.

Sesaat kemudian, KSW bersama orangtuanya juga datang ke Polsek Manggis. Kepada polisi, KSW mengaku telah melakukan pencurian di 12 tempat berbeda di wilayah Manggis dan 2 tempat di wilayah kota dengan sasaran sekolah.

Dari tangan PMA, polisi mendapatkan uang Rp 13.700 hasil pencurian di salah satu SD di wilayah Manggis. Sementara dari tangan KSW, polisi tidak menemuka barang bukti hasil curian.

Namun, polisi menggeledah sepeda motor yang diamankan dan menemukan dompet berisi uang Rp 395 ribu. PSW mengakui uang tersebut merupakan hasil pembagian dari pencurian di beberapa tempat.

Lantaranya keduanya masih di bawah umur, polisi akan mengoordinasikan penanganan kasus tersebut dengan P2TP2A. (Stw/Sir)