Seniman Lintas Negara Bersih-bersih Sampah di Pantai Indah Buleleng

oleh
Sejumlah seniman dari berbagai negara memungut sampah di sepanjang Pantai Indah Buleleng pada 3-4 November 2018. (Ist)
banner 300250

Singaraja, suarabali.com – Yayasan Manik Bumi Foundation menggelar aksi bersih-bersih sampah di sepanjang pantai Buleleng pada 3-4  November 2018. Kegiatan yang sekaligus peresmian Manik Bumi Fuondation pada Minggu (4/11/2018) ini melibatkan ratusan anak muda, seniman dunia, dan aktivis lingkungan.

Bersih-bersih sampah plastik di pantai merupakan wujud kepedulian yayasan yang bergerak dalam upaya pembelaan lingkungan hidup dengan prioritas kerjanya adalah pengelolaan sampah. Selain bersih-bersih sampah, yayasan ini juga menggelar beragam acara, di antaranya pameran dan pertunjukan kolaborasi seniman dunia.

Para seniman dari sebelas negara dari USA, Eropa, Afrika, Asia, termasuk Indonesia dan Bali, berkolaborasi di panggung utama. Ada yang membaca puisi, ada juga memainkan teater. Para pengunjung pun terlihat tertegun dengan aksi para seniman dunia ini.

Seperti halnya penampilan Samar Gantang yang membacakan puisi dengan nada suara yang menggelegar. Ada juga duet Cok Sawitri dan Ayu Laksmi dan kolaborasi memukau seniman Plasticology, Made Bayak dengan Guy Helminger dari Belanda yang menampilkan pertunjukan tarian legong yang diikat plastik.

Pendiri Manik Bumi Foundation, Juli Wirahmini di sela-sela penampilan kolaborasi lintas negara tersebut mengatakan acara ini digelar selain untuk peresmian kantor Manik Bumi di Kota Singaraja, juga untuk mengenalkan yayasan yang didirikan tahun 2013 tersebut. “Kami juga mengundang masyarakat untuk sama-sama meresmikan kantor Manik Bumi,” ujarnya.

Sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan kepedulian terhadap sampah, Juli pun punya pandangan tersendiri tentang persoalan sampah di Buleleng. Salah satunya di tempat atau kantor terbaru Manik Bumi di Jalan Pantai Indah, Singaraja, yang dekat dengan Pantai Indah.

“Sebelum kami menentukan akan pindah ke tempat ini (Pantai Indah), keadaan pantai di sini masih sangat kotor. Sampah plastik masih banyak, bahkan ada gundukan plastik. Kemudian kami bekerjasama dengan pihak desa untuk menjaga pantai ini menjadi bersih,” jelasnya.

Mengapa Pantai Indah ini penting? “Kami ingin menjaga kelestariannya di saat nanti  musim penyu bertelor,” jawabnya.

Untuk menjaga kondisi Pantai Indah yang semakin nampak bersih ini, pihaknya berkomitmen melakukan gerakan bersih pantai secara berkesinambungan. “Jadi, tidak hanya pada saat event saja, tetapi kami juga akan membuat program aksi bersih pantai setiap minggu sekali walaupun dalam skala kecil,” akunya.

Yang terpenting, lanjutnya, bukan tentang besarnya, tetapi lebih kepada keberlanjutannya. Selain bersih-bersih pantai, acara tersebut juga menghadirkan setidaknya lima puluhan seniman lintas negara dan lokal. (Val)